BREAKING NEWS
PT. TERAS MEDIA SEJAHTERA (terasbalinews.com). AHU-0012026.AH.01.01.TAHUN 2023.
banner

Jatiluwih, Bali, Raih Penghargaan Dunia di Ajang Green Destinations 2025

kohchang1
Ajang "Green Destinations Top 100 Stories 2025" yang digelar di Montpellier, Prancis, Jatiluwih dinobatkan sebagai salah satu destinasi berkelanjutan terbaik dunia. (foto/ist)
banner 120x600
Pasang iklan disini ( 468x60 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

MONTPELLIER-PRANCIS (terasblinews.com). Desa Jatiluwih di Kabupaten Tabanan kembali mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Dalam ajang “Green Destinations Top 100 Stories 2025” yang digelar di Montpellier, Prancis, Jatiluwih dinobatkan sebagai salah satu destinasi berkelanjutan terbaik dunia.

Prestasi ini semakin istimewa karena Jatiluwih menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang berhasil masuk daftar elit tersebut tahun ini, menyingkirkan lebih dari 600 destinasi dari 60 negara.

Jatiluwih mengangkat kisah berjudul “Green Miracle in a Cultural Heritage Living Museum”, yang menyoroti bagaimana warisan Subak—sistem irigasi tradisional Bali yang telah diakui UNESCO—tetap hidup berdampingan dengan pariwisata modern tanpa kehilangan identitasnya.

“Penghargaan ini milik seluruh masyarakat Jatiluwih. Kami menjaga tradisi bukan untuk dikenang, tapi untuk dijalani bersama generasi mendatang,” ujar John Ketut Purna, Kepala Pengelola DTW Desa Jatiluwih, usai menerima penghargaan di Montpellier, Prancis, Selasa (30/9/2025).

Ajang Green Destinations dikenal dengan proses seleksi yang sangat ketat, mengukur aspek keberlanjutan lingkungan, kesejahteraan masyarakat, pelestarian budaya, hingga tata kelola. Tidak cukup hanya bercerita, setiap kandidat harus membuktikan dampak nyata di lapangan.

Jatiluwih berhasil menunjukkan bahwa harmoni antara alam, budaya, dan masyarakat bukan sekadar visi, melainkan kenyataan sehari-hari. Sawah terasering yang menjadi ikon desa tidak hanya menjadi sumber pangan, tetapi juga cermin doa dan kearifan lokal yang terjaga.

Penghargaan ini menambah daftar panjang pengakuan internasional bagi Jatiluwih. Tahun lalu, desa ini juga dinobatkan sebagai “Best Tourism Village in the World 2024” oleh UN Tourism.

Kini, Jatiluwih kian kokoh sebagai mercusuar global pariwisata berkelanjutan, membuktikan bahwa destinasi wisata bisa mendatangkan kesejahteraan tanpa mengorbankan alam dan budaya.

Ke depan, Jatiluwih menegaskan komitmennya menjaga desa sebagai destinasi wisata regeneratif. Konsep ini menekankan pariwisata yang tidak hanya mempertahankan tradisi dan alam, tetapi juga memulihkan ekosistem, memperkuat identitas budaya, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dengan prinsip tersebut, Jatiluwih ingin memastikan setiap tamu yang datang bukan sekadar penonton, tetapi ikut terhubung, belajar, dan membawa pulang inspirasi tentang hidup selaras dengan alam dan budaya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *