BREAKING NEWS
PT. TERAS MEDIA SEJAHTERA (terasbalinews.com). AHU-0012026.AH.01.01.TAHUN 2023.
banner

Kartini Race 2026 Tegaskan Era Baru Motorsport Indonesia

race
Ajang Mandalika Kartini Race 2026. (foto/ist)
banner 120x600
Pasang iklan disini ( 468x60 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

LOMBOK (terasbalinews.com). Deru mesin tak hanya milik laki-laki. Di Pertamina Mandalika International Circuit, suara kendaraan balap justru menggema dengan semangat berbeda. Selama tiga hari, 1–3 Mei 2026, lintasan kebanggaan Indonesia itu menjadi panggung bagi para pembalap perempuan dalam ajang Mandalika Kartini Race 2026.

Ajang ini bukan sekadar kompetisi. Ia menjadi simbol emansipasi modern yang terinspirasi dari perjuangan Raden Ajeng Kartini—membuka ruang bagi perempuan untuk tampil di arena yang selama ini identik dengan dominasi laki-laki.

Mandalika Kartini Race 2026 hadir sebagai bagian dari rangkaian Festival of Speed 2026, yang juga menghadirkan kejuaraan internasional GT World Challenge Asia. Kehadiran ajang khusus perempuan ini menjadi tonggak penting dalam mendorong inklusivitas di dunia motorsport nasional.

Dukungan terhadap ajang ini datang dari berbagai pihak, termasuk PT Pegadaian. Pemimpin Wilayah Kanwil VII Denpasar, Edy Purwanto, menilai Kartini Race sebagai representasi nyata emansipasi perempuan di sektor otomotif.

“Ajang ini bukan hanya kompetisi, tetapi juga pembuktian bahwa perempuan mampu tampil kompetitif sekaligus mendukung gaya hidup aktif,” ujarnya, Sabtu (2/5).

Senada dengan itu, Direktur Pemasaran, Penjualan, dan Pengembangan Produk Pegadaian, Selfie Dewiyanti, menegaskan bahwa keterlibatan perusahaan juga berorientasi pada pemberdayaan perempuan.

“Kami ingin mendorong kepercayaan diri perempuan untuk berprestasi di sektor yang selama ini belum banyak terwakili,” katanya. Ia menambahkan, kolaborasi ini juga menjadi bagian dari strategi menghadirkan layanan yang relevan dengan kebutuhan perempuan modern.

Di sisi lain, penyelenggara melihat ajang ini sebagai langkah strategis membangun ekosistem motorsport yang lebih inklusif. Program Women in Motorsport yang digagas Ikatan Motor Indonesia melalui Komisi Women in Motorsport (WIM) menjadi salah satu fondasi penting. Komisi ini dipimpin oleh Alexandra Asmasoebrata untuk periode 2025–2030, dengan fokus pada pembinaan, regenerasi pembalap, serta edukasi melalui program seperti Girls on Track.

Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association, Priandhi Satria, menegaskan komitmen pihaknya dalam mendukung emansipasi perempuan lewat olahraga otomotif.

“Kami ingin menciptakan ruang pembinaan dan kolaborasi agar lebih banyak talenta perempuan Indonesia mampu bersaing, baik di level nasional maupun internasional,” ujarnya.

Tak hanya soal balapan, ajang ini juga menjadi etalase promosi pariwisata Indonesia. Branding yang terpampang di kendaraan balap membawa pesan bahwa Mandalika bukan hanya destinasi wisata, tetapi juga pusat sport tourism kelas dunia.

Sejumlah nama pembalap perempuan turut meramaikan ajang ini, di antaranya Clio Tjonadi, Alinka Hardianti, Ine Rosdiana, Belove Athaya, Audya Anjani Harjo, Vivit Fariana, hingga Patricia Revalina Purnomo. Kehadiran mereka mempertegas bahwa perempuan Indonesia memiliki kapasitas dan daya saing di lintasan balap.

Lebih dari sekadar ajang adu cepat, Mandalika Kartini Race 2026 menjadi simbol perubahan. Ia membuka jalan bagi lahirnya generasi baru pembalap perempuan—yang tak hanya berani menantang lintasan, tetapi juga menembus batas-batas lama dalam dunia otomotif.

Di Mandalika, perempuan tak lagi sekadar penonton. Mereka kini berada di balik kemudi—menentukan arah, kecepatan, dan masa depan motorsport Indonesia. (red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *