BREAKING NEWS
PT. TERAS MEDIA SEJAHTERA (terasbalinews.com). AHU-0012026.AH.01.01.TAHUN 2023.
Pasang iklan disini ( 970x250 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

Pasokan BBM Bali Pulih, Kresna Budi Puji Koster dan Bahlil

Wakil Ketua II DPRD Bali IGK Kresna Budi mengapresiasi koordinasi Gubernur Wayan Koster dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam menangani gangguan pasokan BBM di Bali. (foto/ist).
banner 120x600
Pasang iklan disini ( 468x60 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

BULELENG (terasbalinews.com) – Wakil Ketua II DPRD Bali, IGK Kresna Budi, mengapresiasi langkah Gubernur Bali Wayan Koster dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam menangani gangguan pasokan bahan bakar minyak (BBM) di Bali. Koordinasi pemerintah pusat dan daerah dinilai menjadi faktor penting dalam mempercepat penanganan persoalan yang sempat menyulitkan masyarakat.

Politisi asal Buleleng itu secara khusus menyoroti langkah Gubernur Koster yang turun langsung memantau kondisi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Menurutnya, keterlibatan langsung kepala daerah dalam memantau situasi dan menerima masukan masyarakat merupakan langkah positif untuk mempercepat penyelesaian persoalan.

“Saya angkat topi atas kerja cerdas Gubernur Koster dan Menteri Bahlil dalam menangani persoalan BBM di Bali. Gubernur Koster secara continue turun langsung ke SPBU, pro aktif, menerima masukan, kritik. Layak dapat jempol langkah cepat supaya persoalan ini bisa segera diselesaikan,” terang Kresna Budi, Senin (19/10/2026).

Ia menilai gangguan pasokan BBM bukan sekadar persoalan ketersediaan bahan bakar, melainkan juga menyangkut kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat. Ketika distribusi terganggu, dampaknya dapat menjalar ke sektor transportasi, perdagangan, hingga usaha kecil yang bergantung pada ketersediaan energi.

Antrean panjang di SPBU juga berpotensi mengurangi waktu produktif masyarakat. Pengemudi angkutan, pedagang, dan pelaku usaha menjadi kelompok yang turut merasakan dampak ketika harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk mendapatkan BBM.

Karena itu, Kresna Budi menilai sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pihak terkait perlu terus diperkuat. Penanganan tidak cukup hanya berfokus pada pemulihan pasokan sesaat, tetapi juga harus memastikan distribusi berjalan stabil dan merata di seluruh wilayah Bali.

“Yang terpenting sekarang, pasokan BBM harus benar-benar terjaga. Jangan sampai masyarakat kembali menghadapi antrean panjang dan kesulitan mendapatkan bahan bakar. Kami berharap koordinasi yang sudah dilakukan bisa menjadi solusi berkelanjutan,” jelasnya.

Apresiasi Solidaritas Masyarakat Bali

Belain memberikan apresiasi kepada pemerintah, Kresna Budi juga menyoroti sikap masyarakat yang tetap menjaga ketertiban selama gangguan pasokan BBM berlangsung.

Menurutnya, kesabaran warga saat menghadapi antrean panjang turut membantu menjaga situasi tetap kondusif. Ia juga mengapresiasi warga dan para donatur yang bergotong royong menyediakan makanan serta minuman gratis bagi masyarakat yang menunggu pasokan BBM di SPBU.

“Salut atas kekompakan masyarakat ikut menjaga stabilitas keamanan meski harus begadang, antri berjam-jam menunggu kedatangan pasokan BBM di SPBU. Terlebih kepada para donatur yang rela gotong-royong, bahu membahu mengulurkan bantuan makanan dan minuman yang dibagikan gratis kepada konsumen yang sedang antre di SPBU,” tandasnya.

Kresna Budi berharap kerja sama pemerintah dan masyarakat tersebut dapat menjadi modal untuk menjaga stabilitas selama proses pemulihan distribusi BBM. Ia juga menekankan pentingnya menjamin ketersediaan bahan bakar, termasuk di Kabupaten Buleleng, agar gangguan serupa tidak kembali menghambat aktivitas warga.

Menurutnya, keberhasilan penanganan persoalan BBM pada akhirnya harus terlihat dari kondisi di lapangan: pasokan tersedia, distribusi lancar, dan masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas tanpa harus menghadapi antrean panjang. *ndr

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *