Ini Nama Baru RSUP Sanglah Denpasar Usai Namanya Diganti

Dirut RSUP Sanglah
Direktur RSUP Sanglah, dr.I Wayan Sudana.Foto/Ist

DENPASAR-Terasbalinews.com|Rumah Sakit Umum Pusat (RSU) Sanglah Denpasar akhirnya berganti nama menjadi RS. Prof dr I Goesti Ngoerah Gde Ngoerah.

Nama Baru dari rumah sakit yang didirikan oleh presiden pertama RI, Soekarno itu mengambil nama salah satu tokoh dokter di Bali

Perubahan itu mulai pada tanggal 7 Juli 2022. Hal itu sesuai dengan berdasarkan Surat Perizinan Berusaha Berbasis Risiko ditandatangani oleh Menteri Kesehatantan Menteri Investasi/ Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal.

Baca Juga :Kebijakan Gubernur Bali, Wayan Koster No. 4/2019 Bebaskan Biaya Sewa Stand PKB

Anak Agung Susruta Ngurah Putra, salah satu putra dari Prof Ngoerah mengatakan nama Ir sudah diusulkan sejak tahun 2007 silam.

Baca Juga:  Suporter Tewas di Bandung, Piala Presiden Terancam Distop, Bagaimana Nasib Bali United vs Persebaya?

Dimana saat itu, pihak RSUP Sanglah Denpasar meminta biodata dari Prof.Ngoerah. Namun saat itu, rencana tersebut hanya jadi wacana. 

Barulah di tahun 2020, Gubernur Bali, Wayan Koster dan DPRD menindaklanjuti wacana itu hingga akhirnya disetujui oleh pemerintah pusat. Diceritakannya, bahwa sang ayah sendiri lahir di Denpasar, 31 Maret 1922.

Baca juga :Dua WNA Terdakwa Kasus Pencurian dengan Kekerasan Dituntut Berbeda

Beliau wafat pada September 2001 silam. Kiprahnya di dunia kedokteran di Bali pun memberikan banyak pengaruh positif. Bahkan dia pernah menjadi salah satu dokter kepresidenan Soekarno di Bali.

Bahkan dia juga punya peranan penting dalam pendirian RSUP Sanglah Denpasar dan RS Wangaya Denpasar. Prof. Ngoerah juga pernah menjabat sebagai Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana dan Rektor Universitas Udayana dua periode.

Baca Juga:  Sebanyak 5 Juta Penumpang Terlayani di Airport Ngurah Rai pada Bulan Juli 2022

Baca Juga :Daeng Ipung : Petuah Orang Tua Dipegang Hingga Akhir Hayat Nanti

“Beliau juga merintis pendirian RS Sanglah yang sempat mangkrak mulai 1956 sampai akhirnya diresmikan oleh Bung Karno 30 Desember 1959,” katanya. Sementara itu, Direktur RS Prof dr I Goesti Ngoerah Gde Ngoerah, dr.I Wayan Sudana membenarkan adanya pergantian nama tersebut. 

“Benar karena memang secara aspek legalitasnya sudah ada,” ujarnya. Dikisahkannya RSUP Sanglah sendiri sudah cukup berusia dan dibangun sejak tahun 1956 silam. Saat itu awalnya hanya berbentuk poliklinik biasa.

Hingga akhirnya pada tahun 1959 presiden Soekarno meresmikannya menjadi RS Sanglah dengan tipe kelas C. Sebagai rumah sakit kelas C saat itu hanya tersedia 150 tempat tidur pasien.

Baca Juga:  Hendak Nyalip, Pengendara Motor Tewas Usai Tabrak Pengendara Lain

“Sama seperti mahluk hidup, rumah sakit ini terus tumbuh dan berkembang. Semakin banyak pelayanan yang ada sampai menjadi seperti sekarang,” tutupnya.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.