BREAKING NEWS
PT. TERAS MEDIA SEJAHTERA (terasbalinews.com). AHU-0012026.AH.01.01.TAHUN 2023.

Pemilik Gudang Elpiji Terbakar di Denpasar Resmi Jadi Tersangka!

Polresta Denpasar menetapkan S (50) pemilik gudang gas terbakar menjadi tersangka. (Foto/nan)
Polresta Denpasar menetapkan S (50) pemilik gudang gas terbakar menjadi tersangka. (Foto/nan)
banner 120x600

DENPASAR (terasbalinews.com). Kepolisian Resor Kota (Polresta) Denpasar menetapkan pemilik gudang gas LPG (elpiji) yang terbakar di Jalan Cargo Taman I, Denpasar, S (50) sebagai tersangka.

“Setelah dilakukan penyelidikan dan oleh TKP. Ada satu orang tersangka yakni S, laki-laki asal Banyuwangi, berusia 50 tahun. Alamat di Jalan Pidada, Denpasar Utara,” kata Wakapolresta Denpasar AKBP Bayu Sutha Sartana dalam konferensi pers di Mapolresta Denpasar, Sabtu (15/6/2024).

Peristiwa terbakarnya gudang gas LPG tersebut menyebabkan 18 orang menjadi korban yang semuanya merupakan pegawai gudang.

“Sampai saat ini, dari 18 korban ada 12 orang yang meninggal. Sisanya 6 orang masih perawatan,” kata Bayu.

Polisi, lanjut Bayu, juga mengamankan beberapa barang bukti yang ditemukan di lokasi, antara lain dinamo starter mobil pikap, tabung gas LPG 3 kg, LPG 12 kg, dan 50 kg, serta pipa tabung gas.

Atas perbuatannya tersebut, S dijerat dengan pasal berlapis, yakni Pasal 188 dan 359 KUHP terkait kelalaiannya menyebabkan kebakaran dan menyebabkan korban jiwa, dengan hukuman masing-masing 5 tahun penjara.

Selain itu, pria Banyuwangi tersebut juga dikenakan Pasal 40 Ayat 6 dan 8 UU Cipta Kerja yang mengatur tentang izin usaha minyak dan bumi.

Diketahui S yang merupakan pemilik CV Bintang Bali Perkasa sekaligus pemilik gudang LPG itu tak memiliki izin resmi dari Pertamina maupun pemerintah.

Ancaman hukumannya 5 tahun penjara dengan denda Rp 50 juta.

Sementara, Kasat Reskrim Polresta Denpasar Kompol Laorens Rajamangapul Heselo mengatakan, S saat ini masih diperiksa secara intensif oleh penyidik.

Laorens, mengatakan Polresta Denpasar menetapkan tersangka lain dalam kasus kebakaran maut itu.

“Masih kami kembangkan lebih lanjut. Bahkan mengenai penyebabnya juga kami masih melakukan penyelidikan dan menunggu hasil dari tim Labfor Polda Bali,” tutur Laorens. (nan).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *