BREAKING NEWS
PT. TERAS MEDIA SEJAHTERA (terasbalinews.com). AHU-0012026.AH.01.01.TAHUN 2023.

Tegas! Bule AS Bongkar Rumah Warga di Gianyar Diusir dari Bali

Rudenim Denpasar pulangkan WN asal Amerika Serikat RLG yang sempat bongkar rumah warga di Gianyar. (Foto/ist)
Rudenim Denpasar pulangkan WN asal Amerika Serikat RLG yang sempat bongkar rumah warga di Gianyar. (Foto/ist)
banner 120x600

BADUNG (terasbalinews.com). Seorang warga negara asing (WNA) asal Alaska, Amerika Serikat (AS), berinisial RLG dipulangkan dari Bali. Ia sebelumnya sempat bermasalah dengan warga di Kecamatan Tampaksiring, Gianyar, Bali.

RLG diketahui membuat gaduh lantaran membongkar rumah warga bernama Wayan Darta (50) pada Juni 2024 dan sempat viral di media sosial (medsos)

Bule AS tersebut beralasan kecewa perpanjangan sewa rumah ditolak sehingga berbuat ulah kepada warga pemilik rumah.

“Sikap RLG yang menyinggung dan merendahkan keluarga pemilik rumah membuang pelangkiran (tempat sembahyang) pemilik dan merusak pohon di halaman rumah. Serta ketidaksepakatan biaya sewa maka pemilik rumah menolak perpanjangan sewa yang diminta,” terang Pelaksana Harian (Plh) Kepala Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Denpasar Gustaviano Napitupulu, Senin (8/7/2024).

RLG yang merasa kecewa karena perpanjangan kontrak rumah ditolak lantas membuat aksi nekat. Dia diduga menyuruh orang-orang tak dikenal membongkar atap rumah milik Darta yang notabene sempat disewanya.

Darta tak bisa berkutik melihat rumahnya diobrak-abrik. Ia kemudian melaporkan masalah itu ke polisi. RLG pun ditangkap saat dia sedang berada di rumah tersebut.

Gustaviano menerangkan, Rudenim Denpasar telah memulangkan pria 55 tahun itu pada Jumat (5/7/2024).

Selain bermasalah dengan warga di Tampaksiring, Gianyar, RLG diketahui memiliki sajam (pisau) yang dikirimkan salah seorang temannya di AS.

“Pengakuannya untuk dijadikan sampel produksi yang kemudian akan dijual kembali. Rencananya pisau tersebut ia kirim ke perajin di Bali untuk dibuatkan sarungnya terlebih dulu,” terang Gustaviano.

Lebih lanjut, Gustaviano menjelaskan, polisi menyebutkan kepemilikan sajam itu tak berizin dan tindakan RLG berpotensi membahayakan keamanan masyarakat serta ketertiban umum.

“Dengan demikian Polres Gianyar mengirimkan RLG ke Kantor Imigrasi Denpasar disertai surat rekomendasi pendeportasian,” tambahnya.

Sekadar informasi, RLG datang ke Indonesia sejak 2012 bermodalkan KITAS investor pada sebuah perusahaan yang ia klaim adalah miliknya.

RLG mengaku pertama kali datang ke Tanah Air sejak 2012 lalu dengan KITAS investor. Ia juga mengaku sebagai seorang misionaris dan membantu banyak orang di Bali.

Dia lalu menyewa rumah seorang warga lokal tersebut di daerah Tampaksiring sejak Juni 2014 hingga Juni 2024. (nan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *