BREAKING NEWS
PT. TERAS MEDIA SEJAHTERA (terasbalinews.com). AHU-0012026.AH.01.01.TAHUN 2023.

Wow, Bank Lestari Duduki Peringkat 2 BPR Terbesar di Indonesia

whatsapp image 2024 06 19 at 19.04.39 (1)
(foto/ist)
banner 120x600

DENPASAR (terasbalinews.com). Bank Perekonomian Rakyat (BPR) menjadi salah satu pilar penggerak perekonomian masyarakat Indonesia. BPR berfokus pada pembiayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sehingga BPR memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi hingga ke pelosok daerah di Indonesia.

Ada beberapa BPR terbesar di Indonesia yang telah turut menggerakan perekonomian rakyat selama bertahun-tahun. Sala satunya yakni Bank Lestari Bali (BPR) yang menduduki peringkat 2 secara nasional dari 10 BPR terbesar di Indonesia.

Berlokasi di Pulau Dewata Bali, Bank Lestari Bali (BPR) merupakan salah satu BPR terbesar di Indonesia saat ini. Pada awalnya BPR Lestari didirikan pada 22 Maret 1989 dengan nama BPR Sri Artha Lestari. Namun di tahun 1999, Alex Purnadi Chandra bersama dua rekan sejawatnya Eddy Ateng, Effendy Intan, dan Eric Chandra mengakuisisi BPR Sri Artha Lestari dan mengubahnya menjadi BPR Lestari.

Pada masa pertama kali berdiri, BPR Lestari memiliki aset hanya sebesar Rp300 juta namun karena perkembangannya yang pesat, BPR Lestari berhasil mencapai aset sebesar 6,9 triliun di tahun 2022.

BPR Lestari Bali berkali-kali memperoleh penghargaan, salah satu penghargaan terbarunya adalah Bank Teraktif dalam Meningkatkan Literasi Keuangan Masyarakat dalam LPS Banking Award 2022.

Berikut ke 10 BPR terbesar di Indonesia:

1. BPR Eka Bumi Artha

BPR Eka Bumi Artha atau sering disebut Bank Eka yang berdiri di tahun 1967 sebagai Bank Pasar Kosgoro. Namun karena adanya perubahan peraturan pada masa itu, Awet Abadi dan Anwar Jacub, bersama-sama bertindak sebagai kuasa dari Sukemi, Soekarno Gondoatmodjo, Bedjo Setiadarma, Raden Supeno, Raden Sabikoen dan Raden Soedarsono. Bersepakat untuk mendirikan perseroan dengan nama “PT Bank Pasar Eka Karya”, berkedudukan di Metro, Lampung.

Pada masa pendirian, BPR yang berlokasi di Lampung ini memiliki modal dasar sebesar Rp3.000.000. Namun di tahun 2022, Bank Eka berhasil mencatatkan aset sebesar Rp9,24 triliun.

2. BPR Lestari

3. BPR Surya Yudhakencana

Berlokasi di Banjarnegara, Jawa Tengah, BPR Surya Yudhakencana menjadi salah satu BPR terbesar di Indonesia. Per tahun 2022 saja, asetnya sudah mencapai Rp2,75 triliun. BPR satu ini telah berdiri sejak tahun 1992 oleh Satrio Yudiarto.

Sejak saat itu, BPR Surya Yudhakencana secara konsisten memberdayakan sektor UMKM dengan menggunakan pendekatan sosial budaya masyarakat kecil yang diintegrasikan dalam pendekatan bisnis.

BPR ini memulai bisnis dengan modal awal Rp 120 Juta dengan total pegawai 13 orang. Hingga kini jumlah karyawan di BPR Surya Yudhakencana telah mencapai 1.108 orang.

4. BPR Hasamitra

Didirikan oleh Yonggris Lao pada 15 November 2018 di Makassar, BPR Hasamitra kini berhasil menjadi salah satu BPR terbesar di Indonesia. Berlokasi di Jawa Barat, BPR Hasamitra berkomitmen untuk membantu perkembangan perekonomian di Jawa Barat, khususnya di Kota Depok melalui program kredit, deposito, dan tabungan.

Dengan modal awal sebesar Rp2 Miliar, BPR Hasamitra bertransformasi menjadi BPR dengan aset jumbo yaitu sebesar 2,63 triliun per tahun 2022.

5. BPR Modern Express

Founder dari BPR satu ini adalah Sonny Waplau yang juga merangkap sebagai Komisaris Utama Modern Multiartha. Ia juga diketahui pernah menjabat sebagai anggota komisi V DPR – RI pada periode 2009 – 2014 dari fraksi Partai Demokrat.

BPR Modern Express berdiri di Maluku sejak tahun 1988. Namun, pada tahun 2023 Bank BPR Modern Express resmi ditunjuk sebagai bank penerima penggabungan (merger) dari 9 Bank BPR Group Modern Multiartha. Hal ini membuat total aset mereka mencapai Rp6,72 triliun.

6. BPR KS
BPR Karyajatnika Sadaya atau dikenal dengan BPR KS. BPR terbesar kali ini berbasis di Bumi Parahyangan, tepatnya di Kota Bandung. Berdiri pada 14 September 1990, BPR KS pada awalnya hanya memiliki modal dasar sebesar Rp250 juta.

Namun per tahun 2022, BPR KS berhasil memiliki aset sebesar 2,21 Triliun. BPR satu ini juga berhasil meraih sertifikasi ISO 27001:2012 dari Badan Sertifikasi BSI dengan nomor registrasi IS 589008 pada tahun 2012.

7. BPR Jawa Timur

BPR Jawa Timur yang berdiri pada tahun 2000 ini merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Sebagai salah satu sumber Pendapatan Asli daerah atau PAD disamping pajak dan retribusi, sehingga pengelolaan BUMD membutuhkan penanganan yang serius dan profesional berdasarkan prinsip Good Coorporate Goverment (GCG) yang meliputi: Transparency, accountability, responsibility, independency, fairness.

Hingga saat ini BPR Jawa Timur telah berkembang dengan 32 kantor cabang yang tersebar di Jawa Timur dan telah memiliki total aset Rp3,01 Triliun.

8. BPR BKK Jateng

BPR yang berdiri pada 2 Juli 2019 ini berlokasi di Provinsi Jawa Tengah. PT BPR BKK Jateng (Perseroda) melalui sejarah panjang seiring dengan berbagai dinamika pesatnya pertumbuhan provinsi Jawa Tengah dan telah mengalami beberapa kali perubahan status dan nama perusahaan.

Dari awal didirikan dengan nama PT BKK Jateng (Perseroda) menjadi PT BPR BKK Jateng (Perseroda) pada tahun 2022.Kini BPR ini telah berhasil menjadi BPR terbesar di Indonesia dengan total aset Rp2.54 triliun di tahun 2022.

9. BPR Palu Lokadana Utama

BPR terbesar di Indonesia selanjutnya ada BPR Palu Lokadana yang didirikan pada tahun 1994 di Palu, Sulawesi Tengah. Pada tahun 2022, BPR ini berhasil mencatatkan aset sebesar Rp2.30 triliun. Namun pada tahun 2023 BPR Palu Lokadana Utama bergabung dengan Bank BPR Modern Express.

10. BPR Universal

BPR terbesar di Indonesia yang terakhir adalah BPR Universal. Didirikan oleh Kaman Siboro dan Stephen Satyahadi pada 2 Juni 2023 dengan total aset awal adalah Rp4 Milyar. Sembilan belas tahun kemudian, atau tepatnya di tahun 2022, BPR Universal berhasil mencatatkan aset Rp1.33 triliun.

Itulah 10 BPR terbesar dan terbaik di Indonesia. Selama bertahun-tahun BPR-BPR ini telah menggerakan perekonomian rakyat dan mendorong pertumbuhan UMKM melalui produk-produk yang mereka miliki. (red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *