BULELENG (terasbalinews.com) – Sebanyak 11 siswa kelas XII Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) 1 Singaraja resmi dilepas dalam sebuah acara perpisahan yang dikemas dalam bentuk pagelaran seni. Dalam kegiatan tersebut, Kepala SLBN 1 Singaraja, I Made Winarsa, menyampaikan keyakinannya bahwa para lulusan siap terjun ke dunia kerja berbekal keterampilan yang telah diperoleh selama masa pendidikan.
“Selama menempuh pendidikan inklusi, siswa-siswi kami dibekali berbagai keterampilan yang memungkinkan mereka hidup mandiri, baik dengan bekerja maupun membuka usaha sendiri,” ujar I Made Winarsa dalam sambutannya.
Ia juga menjelaskan bahwa pihak sekolah telah menjalin kerja sama dengan berbagai yayasan dan pelaku usaha yang bersedia mempekerjakan maupun melatih para lulusan SLB. Menurutnya, para alumni memiliki keunggulan yang tidak kalah dibandingkan masyarakat umum.
“Banyak dunia usaha dan yayasan yang siap menampung alumni kami seperti rumah makan, barista, tata rias, percetakan dan lain sebagainya. Ini menandakan alumni kami yang memiliki keterbatasan juga memiliki keunggulan sesuai minat, bakat dan potensi yang siap di dunia kerja,” tegasnya.
Dukungan terhadap potensi siswa juga datang dari Putu Darsana Yasa, seorang instruktur tata rias di SLBN 1 Singaraja sekaligus pemilik salon Nanax. Ia menilai siswa-siswi SLB memiliki daya ingat yang kuat, meski memerlukan pendekatan pengajaran yang sistematis.
“Siswa siswi kami kelebihannya di daya ingat luar biasa, namun langkah demi langkah menghias harus konsisten, tidak bisa diubah-ubah. Astungkara kemarin ada lomba di Provinsi Bali kita dapat juara. Banyak alumni disini setelah tamat memperdalam lagi skilnya untuk menjadi tata rias profesional dan berusaha menjadi tata rias freelance,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan harapannya agar ke depan ada program uji kompetensi di bidang tata rias bagi para alumni. Uji kompetensi ini dinilai penting untuk mengukur kemampuan serta memberikan sertifikasi sebagai bukti formal atas keterampilan yang dimiliki.
“Saya berharap alumni disini memiliki skill mumpuni yang tersertifikasi. Lalu alumni SLBN bisa diterima sebagai masyarakat umum dan diterima di instansi-instansi sesuai minat dan bakatnya,” pungkasnya.
Tahun ini, SLBN 1 Singaraja meluluskan 11 siswa yang terdiri dari 7 siswa tunagrahita dan 4 siswa tuna rungu wicara. Perpisahan yang dirangkai dengan pagelaran seni menjadi bentuk apresiasi sekaligus ruang ekspresi bagi siswa yang telah menempuh pendidikan inklusi. Ndra



