BREAKING NEWS
PT. TERAS MEDIA SEJAHTERA (terasbalinews.com). AHU-0012026.AH.01.01.TAHUN 2023.
Pasang iklan disini ( 970x250 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

Truk Molen Rem Blong Tewaskan Pengendara Motor di Kubutambahan, Tugu Ganapati Roboh Dihantam

Kondisi truk molen milik Aruna Jaya usai mengalami kecelakaan di simpang tiga Desa Kubutambahan, Buleleng, Minggu (29/6/2025) malam. (foto/ist).
banner 120x600
Pasang iklan disini ( 468x60 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

BULELENG (terasbalinews.com) – Kecelakaan lalu lintas maut kembali terjadi di wilayah Buleleng, tepatnya di simpang tiga Desa Kubutambahan, Minggu (29/6/2025) sekitar pukul 18.35 WITA. Sebuah truk molen dengan nomor polisi DK 8138 AT milik Aruna Jaya menghantam tugu Ganapati hingga roboh setelah lebih dulu menabrak seorang pengendara sepeda motor yang sedang berhenti di pinggir jalan.

Truk molen tersebut dikemudikan oleh Irin Supandji (50) bersama kernetnya, Gede Suryawan (46). Berdasarkan informasi dari pihak kepolisian, truk datang dari arah selatan menuju kota Singaraja dan mengalami rem blong saat melintasi jalan menurun di wilayah Banjar Dinas Pasek, Desa Kubutambahan.

Nahas, saat kejadian, korban bernama Nyoman Budiasa (58) alias Cepot, yang diketahui merupakan anggota Linmas Desa Kubutambahan, tengah duduk di atas sepeda motor Honda Astrea DK 3197 UI sambil menunggu istrinya berbelanja. Truk yang kehilangan kendali langsung menabrak korban, membuat tubuhnya terpental sejauh beberapa meter. Sementara sepeda motornya terseret hingga 500 meter sebelum truk berhenti setelah menabrak tugu Ganapati.

Kapolsek Kubutambahan, AKP Kadek Robin Yohana, didampingi Kasi Humas Polres Buleleng Iptu Yohana Rosalin Diaz, membenarkan insiden tersebut. Ia menyebutkan bahwa peristiwa ini menyebabkan satu korban jiwa dan dua lainnya luka-luka, yaitu sopir dan kernet truk.

“Satu orang pengendara sepeda motor bernama Nyoman Budiasa meninggal dunia. Sopir dan kernet truk mengalami luka-luka dan sudah ditangani. Sepeda motor korban hancur dan patung Ganapati di simpang jalan roboh akibat hantaman keras,” ungkap Iptu Yohana.

Evakuasi korban yang dilakukan oleh PMI Buleleng dan aparat kepolisian bersama warga berlangsung cukup lama. Tubuh korban terpental ke beberapa titik dengan kondisi yang mengenaskan. Wajah korban sulit dikenali dan perutnya mengalami luka berat, sehingga proses evakuasi memerlukan penanganan ekstra hati-hati.

Saat ini, jenazah korban telah dievakuasi ke RSUD Buleleng untuk penanganan lebih lanjut. Sementara itu, Unit Lantas Polsek Kubutambahan telah mengamankan lokasi kejadian dan memintai keterangan sejumlah saksi untuk penyelidikan lanjutan. Ndra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *