BREAKING NEWS
PT. TERAS MEDIA SEJAHTERA (terasbalinews.com). AHU-0012026.AH.01.01.TAHUN 2023.
Pasang iklan disini ( 970x250 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

Utsawa Jnananing Sad Dharma II Dorong Generasi Hindu Buleleng Jadi Satria Penjaga Alam

whatsapp image 2025 10 15 at 13.59.07
Anak-anak tampil menarikan tari tradisional dalam ajang Utsawa Jnananing Sad Dharma II yang digelar di Gedung Kementerian Agama Kabupaten Buleleng, Selasa (15/10/2025), (foto/ist).
banner 120x600
Pasang iklan disini ( 468x60 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

BULELENG (terasbalinews.com) – Semangat menumbuhkan kecerdasan, karakter, dan kepedulian lingkungan di kalangan generasi muda Hindu kembali digaungkan melalui Utsawa Jnananing Sad Dharma II, yang digelar oleh Pokja Penyuluh Agama Hindu Kementerian Agama Kabupaten Buleleng. Ajang ini tidak sekadar menjadi perlombaan, tetapi juga wahana pembelajaran nilai-nilai dharma yang aplikatif dalam kehidupan sehari-hari.

Berlangsung selama dua hari, 14–15 Oktober 2025, di Gedung Kementerian Agama Kabupaten Buleleng, kegiatan ini mengusung tema “Yowana Satrianing Buana, Generasi Unggul Memuliakan Alam.” Tema tersebut mencerminkan semangat generasi muda Hindu sebagai penjaga keseimbangan alam dan pewaris nilai-nilai luhur ajaran agama.

Ketua Panitia, Ida Bagus Teguh Piadnyana, menjelaskan bahwa pelaksanaan utsawa mengadopsi enam metode pembelajaran ajaran Hindu, yaitu Dharma Wacana, Dharma Gita, Dharma Yatra, Dharma Tula, Dharma Sedana, dan Dharma Santi.
“Melalui lomba-lomba seperti Dharma Wacana, Geguritan, Seloka, hingga menggambar dan mewarnai, peserta diajak menumbuhkan keimanan, rasa bangga terhadap budaya, serta cinta terhadap lingkungan,” terangnya.

Peserta datang dari berbagai jenjang pendidikan mulai dari SD, SMP, SMA/SMK hingga kelompok Yowana se-Kabupaten Buleleng. Tahun ini terdapat tujuh cabang lomba dengan sistem seleksi video dan penilaian langsung bagi 20 peserta terbaik.
“Antusiasme peserta sangat tinggi, bahkan terjadi peningkatan jumlah peserta dan ragam lomba dibanding tahun sebelumnya,” tambah Teguh.

Menurutnya, tema tahun ini dipilih karena mencerminkan tantangan zaman. “Generasi muda adalah satria penjaga alam, generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual tetapi juga bertanggung jawab terhadap keseimbangan lingkungan,” ujar Teguh menegaskan.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buleleng, I Gede Sumarwan, memberikan apresiasi atas inisiatif para penyuluh yang berhasil menyelenggarakan kegiatan ini secara swadaya.
“Kami sangat mengapresiasi utsawa ini karena sepenuhnya digagas dari semangat dan swadaya para penyuluh tanpa dana lembaga. Ini membuktikan komitmen luar biasa dalam membina generasi muda Hindu,” ungkapnya.

Sumarwan menambahkan, kegiatan seperti ini menjadi bukti nyata sinergi antara pendidikan spiritual dan pelestarian budaya.
“Selain memperkuat nilai-nilai keagamaan, utsawa ini juga membangun karakter generasi muda agar berperan aktif menjaga keharmonisan alam sesuai nilai Sad Dharma,” pungkasnya. *ndr

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *