BREAKING NEWS
PT. TERAS MEDIA SEJAHTERA (terasbalinews.com). AHU-0012026.AH.01.01.TAHUN 2023.
banner

Pelatihan Relawan Kebencanaan Digelar, BPBD Buleleng Tekankan Kesiapsiagaan Desa

whatsapp image 2026 01 11 at 14.41.53
Puluhan relawan kebencanaan dari tujuh desa dan satu kelurahan di Kecamatan Seririt mengikuti Pelatihan Relawan dan Forum Pengurangan Risiko Bencana (PRB-API) yang didukung BPBD Kabupaten Buleleng, sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana. (foto/ist).
banner 120x600
Pasang iklan disini ( 468x60 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

BULELENG (terasbalinews.com) – Dengan karakter wilayah nyegara-gunung yang menyimpan potensi bencana beragam, Kabupaten Buleleng terus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat. Salah satu langkah konkret dilakukan melalui pelatihan relawan kebencanaan di Kecamatan Seririt yang melibatkan kolaborasi lintas lembaga, termasuk PBNU dan BPBD Kabupaten Buleleng.

Pelatihan relawan dan Forum Pengurangan Risiko Bencana (PRB-API) tersebut digelar di Wisma Nangun Kerti Bedugul, Desa Pancasari, Jumat (9/1/2025), dan diikuti relawan dari tujuh desa serta satu kelurahan di Kecamatan Seririt. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Ketangguhan Masyarakat terhadap Bencana dan Perubahan Iklim (KANAL) yang diinisiasi LPBI PBNU bekerja sama dengan Pemerintah Australia, dengan dukungan BPBD Buleleng. Pelatihan berlangsung selama tiga hari.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Buleleng, I Gede Suyasa, menegaskan bahwa pelatihan relawan bukan sekadar formalitas, melainkan upaya strategis jangka panjang dalam membangun kesiapsiagaan masyarakat.

“Inti kegiatan ini agar relawan tahu, mau, dan mampu. Pengetahuan yang diperoleh harus diterapkan, dibagikan ke masyarakat, dan pada akhirnya relawan mampu menjadi garda depan saat terjadi bencana. Ini tugas kemanusiaan yang sangat mulia,” tegasnya.

Ia berharap pelatihan serupa dapat terus dilaksanakan dan diperluas ke desa-desa lain, mengingat hampir seluruh wilayah Buleleng memiliki potensi kebencanaan yang perlu diantisipasi sejak dini melalui penguatan kapasitas masyarakat.

Sementara itu, Manager Program KANAL NU, Iswar Abidin, menjelaskan bahwa pelatihan relawan merupakan tindak lanjut dari kajian risiko bencana yang telah dilakukan sebelumnya. Kajian tersebut menunjukkan pentingnya peran masyarakat dalam penanganan awal bencana sebelum bantuan dari luar tiba.

“Ada golden time saat bencana terjadi. Masyarakat tidak bisa hanya menunggu bantuan dari luar, tetapi harus mampu menyelamatkan diri, keluarga, dan lingkungan sekitarnya. Karena itu, pelatihan relawan menjadi sangat urgen,” jelas Iswar.

Menurutnya, program KANAL dirancang secara berjenjang dan berkelanjutan, mulai dari kajian risiko bencana, penyusunan rencana penanggulangan bencana desa, pelatihan relawan, hingga simulasi evakuasi mandiri. Antusiasme peserta dinilai tinggi, bahkan sejumlah desa telah mengalokasikan dana desa untuk mendukung kegiatan kebencanaan.

Melalui pelatihan ini, diharapkan lahir kader-kader kebencanaan desa yang kompeten, mampu menyebarluaskan pengetahuan kepada masyarakat, serta mendorong terwujudnya desa yang lebih tangguh, mandiri, dan siap menghadapi risiko bencana di masa depan dengan melibatkan seluruh unsur masyarakat, termasuk perempuan dan penyandang disabilitas. *ndr

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *