BREAKING NEWS
PT. TERAS MEDIA SEJAHTERA (terasbalinews.com). AHU-0012026.AH.01.01.TAHUN 2023.
banner

BPBD Buleleng Perkuat Tim Reaksi Cepat, Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Bencana

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buleleng menggelar Sosialisasi Tim Reaksi Cepat (TRC) Penanggulangan Bencana yang diikuti unsur lintas sektor, mulai dari BPBD, TNI, Polri, Basarnas, PMI, organisasi perangkat daerah, hingga instansi terkait.Singaraja, Jumat (3/7/2026). (foto/ist).
banner 120x600
Pasang iklan disini ( 468x60 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

BULELENG (terasbalinews.com) Pemerintah Kabupaten Buleleng terus memperkuat sistem penanggulangan bencana dengan meningkatkan kapasitas Tim Reaksi Cepat (TRC) Penanggulangan Bencana yang melibatkan berbagai unsur lintas sektor. Langkah ini dilakukan untuk memastikan penanganan bencana berlangsung lebih cepat, terkoordinasi, dan efektif ketika kondisi darurat terjadi.

Penguatan tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana yang diselenggarakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buleleng di Ruang Rapat BPBD, Jumat (3/7/2026). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Keputusan Bupati Buleleng Nomor 100.3.3.2/252/HK/2026 tentang Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana.

TRC terdiri dari berbagai unsur, mulai dari BPBD, TNI, Polri, Basarnas, Palang Merah Indonesia (PMI), organisasi perangkat daerah (OPD), hingga instansi terkait lainnya. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat koordinasi sekaligus mempercepat proses penanganan saat bencana melanda.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Buleleng, I Gede Suyasa, mengatakan pembentukan TRC tidak hanya sebatas melengkapi struktur organisasi, tetapi memastikan seluruh anggota memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing ketika menghadapi situasi darurat.

“Melalui tim ini kita menyatukan seluruh unsur lintas sektor sehingga ketika terjadi bencana, setiap instansi telah memahami tugas, fungsi, serta langkah yang harus dilakukan. Dengan demikian koordinasi menjadi lebih cepat dan penanganan dapat berlangsung lebih optimal,” ujarnya.

Menurut Suyasa, paradigma penanggulangan bencana kini harus bergeser dari sekadar respons pascabencana menjadi upaya membangun kesiapsiagaan sejak dini. Dengan kesiapan yang baik, risiko korban jiwa maupun kerugian akibat bencana dapat diminimalkan.

“Kita ingin mengubah pola pikir bahwa penanggulangan bencana bukan hanya soal kedaruratan. Yang paling penting adalah kesiapsiagaan. Masyarakat dan seluruh perangkat daerah harus memahami apa yang harus dilakukan sebelum, saat, maupun setelah terjadi bencana,” katanya.

Ia menjelaskan, penguatan kesiapsiagaan akan diperluas melalui jejaring lintas perangkat daerah yang kemudian diteruskan hingga ke masyarakat. Langkah ini bertujuan agar edukasi mengenai mitigasi bencana dapat dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat sebagai pihak yang pertama kali terdampak ketika bencana terjadi.

Selain itu, BPBD Buleleng juga mendorong setiap organisasi perangkat daerah memiliki personel yang tergabung dalam Tim Reaksi Cepat. Keberadaan tim di masing-masing OPD dinilai penting untuk mempercepat mobilisasi personel sekaligus memperjelas rantai komando saat kondisi darurat.

Dengan penguatan TRC lintas sektor ini, Pemerintah Kabupaten Buleleng berharap sistem penanggulangan bencana menjadi semakin tangguh, sehingga keselamatan masyarakat dapat lebih terjamin melalui koordinasi yang cepat, terukur, dan terpadu. *ndr

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *