BREAKING NEWS
PT. TERAS MEDIA SEJAHTERA (terasbalinews.com). AHU-0012026.AH.01.01.TAHUN 2023.
Pasang iklan disini ( 970x250 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

Perumda Swatantra Serap Jagung Lokal, Jaga Pasokan Pakan dan Dongkrak Harga Petani

whatsapp image 2026 03 30 at 15.49.54 (1)
Direktur Utama (Dirut) Perumda Swatantra Buleleng, I Gede Bobi Suryanto. (foto/ndr).
banner 120x600
Pasang iklan disini ( 468x60 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

BULELENG (terasbalinews.com) – Upaya menjaga ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani terus diperkuat oleh Perumda Swatantra. Hingga akhir Maret 2026, perusahaan daerah ini telah mengamankan sekitar 86 ton jagung lokal untuk memenuhi kebutuhan pakan peternak ayam petelur di Buleleng.

Direktur Utama Perumda Swatantra, Bobi Suryanto, menjelaskan bahwa pihaknya secara rutin menyerap hasil panen petani dari sejumlah wilayah, seperti Gerokgak, Tejakula, dan Buleleng.

“Rata-rata per hari kita mampu menyerap 30 ton jagung bontang (jagung gelondongan dengan kulit). Jumlah itu setara dengan 15 ton jagung pipil kering per harinya,” ujarnya saat ditemui, Senin (30/3/2026).

Dari total stok tersebut, sebanyak 27 ton tersimpan di Gudang Penarukan, sementara 60,2 ton berada di Gudang Gerokgak. Jagung ini kemudian didistribusikan secara berkala kepada peternak guna menjaga keberlangsungan produksi telur di daerah.

Menurut Bobi, kebutuhan jagung di Buleleng tergolong tinggi. Satu peternak rata-rata membutuhkan 2 ton per hari, dan saat ini Perumda Swatantra melayani lima peternak besar dengan total kebutuhan sekitar 10 ton per hari.

“Kebutuhan jagung di Buleleng cukup tinggi. Satu peternak rata-rata butuh 2 ton per hari, dan saat ini kami menangani lima peternak besar, jadi sekitar 10 ton terserap setiap hari. Meski stok lokal kami prioritaskan, Buleleng sebenarnya masih mengalami kekurangan pasokan sehingga kami juga mendatangkan dari Jawa dan NTT jika diperlukan,” jelasnya.

Intervensi ini turut memberikan dampak positif bagi petani. Harga jagung di tingkat petani mengalami peningkatan signifikan dibanding sebelumnya.

Jagung bontang yang sebelumnya dihargai Rp1.500–Rp1.800 per kilogram, kini dibeli dengan harga Rp2.200–Rp2.500 per kilogram. Sementara jagung pipil basah berada di angka Rp4.000 per kilogram, dan jagung pipil kering mencapai Rp5.700–Rp6.000 per kilogram.

Selain menjaga stabilitas harga, Perumda Swatantra juga menyusun strategi jangka panjang melalui pengaturan pola tanam bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan. Langkah ini dilakukan untuk mencegah panen serentak yang berpotensi menekan harga di pasaran.

“Kami mengatur pola tanam bersama para subak binaan agar panen tidak terjadi secara bersamaan yang bisa membuat harga jatuh. Kami juga memperkenalkan varietas unggul seperti Gowa Poleng, Bohai, dan Gemoy. Hasilnya luar biasa, produktivitas meningkat dari rata-rata 6-7 ton menjadi 14-17 ton per hektare,” ungkapnya.

Tak hanya fokus pada penyerapan hasil panen, Perumda Swatantra juga mulai mengembangkan hilirisasi pertanian. Salah satunya melalui pengoperasian fasilitas pengolahan jagung di Balai Benih Desa Sanggalangit, Gerokgak, yang telah dilengkapi berbagai mesin pengolahan.

“Ini adalah komitmen kami sesuai arahan Bapak Bupati untuk menjaga ketahanan pangan daerah, baik itu gabah, jagung, maupun umbi-umbian, sekaligus memastikan hilirisasi berjalan untuk kebutuhan pangan Buleleng ke depan,” pungkas Bobi.

Dengan langkah ini, Perumda Swatantra diharapkan mampu menjadi penggerak utama dalam menjaga stabilitas pasokan pangan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi hasil pertanian lokal. *ndr

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *