BREAKING NEWS
PT. TERAS MEDIA SEJAHTERA (terasbalinews.com). AHU-0012026.AH.01.01.TAHUN 2023.
Pasang iklan disini ( 970x250 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

Lovina Festival 2026 Resmi Bergulir, Bupati Sutjidra Ajak Perkuat Kolaborasi Pariwisata Bali Utara

Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra saat memberikan sambutan di Lovina Festival, Jumat (24/7). (foto/ist).
banner 120x600
Pasang iklan disini ( 468x60 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

 BULELENG (terasbalinews.com) – Lovina Festival 2026 resmi dibuka oleh Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra melalui pemukulan cengceng di panggung utama Pantai Lovina, Jumat (24/7/2026). Memasuki penyelenggaraan ke-12, festival yang menjadi bagian dari Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026 ini mengusung tema “Theatre of Dolphins”, dengan semangat memperkuat kolaborasi lintas daerah, melibatkan lebih banyak komunitas, serta mendorong pertumbuhan pariwisata dan ekonomi Bali Utara.

Dalam sambutannya, Bupati Sutjidra menegaskan Lovina Festival telah berkembang menjadi lebih dari sekadar agenda tahunan. Festival ini menjadi etalase budaya dan pariwisata yang menampilkan kekayaan alam, seni, budaya, serta kreativitas masyarakat Buleleng kepada wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Kami mengajak seluruh pelaku pariwisata di kawasan Lovina untuk terus memperkuat kolaborasi dan sinergi. Kami menyadari sepenuhnya bahwa tanpa dukungan dan partisipasi aktif dari para pelaku pariwisata, baik pengelola hotel, restoran, pemandu wisata, hingga pelaku usaha lainnya, pelaksanaan Lovina Festival 2026 tidak akan dapat berjalan dengan lancar,” ujar Sutjidra.

Menurutnya, keberhasilan festival tidak terlepas dari keterlibatan masyarakat, pelaku usaha, komunitas, hingga berbagai instansi yang bersama-sama membangun citra pariwisata Bali Utara.

Salah satu pembaruan pada penyelenggaraan tahun ini adalah kolaborasi promosi yang melibatkan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dari seluruh kabupaten/kota di Bali serta Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Sinergi tersebut diharapkan memperkuat posisi Bali sebagai destinasi wisata yang saling terhubung dan berkelanjutan.

“Kolaborasi ini bukan hanya untuk memperkenalkan Lovina atau Buleleng semata, tetapi juga untuk memperkuat posisi Bali sebagai destinasi pariwisata yang utuh, beragam, dan saling terhubung. Ini adalah wujud nyata semangat kebersamaan dalam membangun pariwisata yang berkelanjutan dan berdaya saing,” tegasnya.

Festival tahun ini juga semakin inklusif dengan melibatkan 44 komunitas dari berbagai bidang, mulai dari seni, olahraga, fotografi, lingkungan, hingga pelaku tradisi lokal. Selain itu, Pemkab Buleleng mulai menerapkan pendekatan berbasis data untuk mengukur dampak ekonomi festival melalui pendataan kunjungan wisatawan dan aktivitas UMKM.

Sutjidra berharap Lovina Festival tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga mampu memperkuat identitas budaya, meningkatkan lama tinggal wisatawan, serta memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan acara ini. Semoga Lovina Festival 2026 berjalan lancar, sukses, dan memberikan kesan yang mendalam bagi seluruh pengunjung,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Lovina Festival 2026, Putu Ayu Reika Nurhaeni, menjelaskan tema “Theatre of Dolphins” dipilih untuk menggambarkan Lovina sebagai panggung alam tempat lumba-lumba hidup berdampingan dengan masyarakat, budaya, dan kearifan lokal.

“Tema ini mencerminkan kolaborasi antara alam dan manusia yang menghadirkan pengalaman wisata yang hidup, dinamis, dan berkelanjutan,” jelasnya.

Menurut Reika, penyelenggaraan festival tahun ini dibagi ke dalam dua kawasan. Panggung Tasikmadu pada 24–26 Juli difokuskan bagi wisatawan mancanegara, sedangkan Pantai Binaria pada 26–28 Juli menyasar wisatawan domestik. Durasi festival juga diperpanjang menjadi lima hari untuk meningkatkan lama tinggal wisatawan dan memperbesar dampak ekonomi.

Lovina Festival 2026 menargetkan 25.000 pengunjung selama lima hari pelaksanaan dengan melibatkan lebih dari 250 pengisi acara, 82 pelaku UMKM, serta 44 komunitas. Pendanaan festival berasal dari APBD Kabupaten Buleleng, dukungan sponsor, dan Kementerian Pariwisata RI melalui program KEN.

Optimisme tersebut didukung capaian Lovina Festival 2025 yang berhasil menarik lebih dari 20.000 pengunjung, mencatat transaksi ekonomi lebih dari Rp600 juta, serta tingkat okupansi hotel rata-rata 82 persen, bahkan sejumlah hotel mencapai 100 persen selama festival berlangsung.

Keberhasilan itu diperkuat dengan rampungnya penataan kawasan wisata Lovina yang kini tampil lebih tertata, nyaman, dan ramah wisatawan. Didukung beragam destinasi unggulan di Bali Utara, Pemerintah Kabupaten Buleleng optimistis Lovina Festival 2026 akan semakin memperkuat posisi Lovina sebagai salah satu destinasi wisata unggulan nasional sekaligus penggerak ekonomi masyarakat. *ndr

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *