BULELENG (terasbalinews.com) – Dampak musim kemarau mulai dirasakan sejumlah wilayah di Kabupaten Buleleng. Menurunnya debit mata air menyebabkan warga di beberapa desa kesulitan memperoleh pasokan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama mandi, cuci, dan kakus (MCK).
Sebagai langkah penanganan darurat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buleleng menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat yang terdampak. Sebanyak 5.000 liter air bersih didistribusikan ke Dusun Minase, Desa Sinabun, Kecamatan Sawan, pada Kamis (6/8/2026).
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Buleleng, I Gede Suyasa, mengatakan bantuan tersebut diberikan setelah sumber air di wilayah tersebut mengalami penurunan debit akibat musim kemarau yang mulai berlangsung.
“Di desa ini sebanyak 35 kepala keluarga terpaksa memanfaatkan distribusi air dari kami, BPBD Buleleng, untuk memenuhi kebutuhan MCK,” ujar Suyasa.
Ia menjelaskan, seluruh bantuan air bersih telah disalurkan kepada warga yang membutuhkan. Apabila persediaan air di desa tersebut kembali menipis, pemerintah desa diminta segera berkoordinasi dengan BPBD agar distribusi lanjutan dapat dilakukan.
Sedikitnya 35 kepala keluarga di Dusun Minase terdampak krisis air bersih karena sumber mata air yang biasa dimanfaatkan masyarakat mengalami penyusutan debit secara signifikan.
Menurut Suyasa, kondisi tersebut murni disebabkan oleh berkurangnya debit mata air selama musim kemarau, bukan karena adanya kerusakan maupun gangguan pada jaringan distribusi air. Bantuan yang diberikan diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya keperluan mandi, mencuci, dan sanitasi.
Selain Desa Sinabun, BPBD Buleleng juga memperluas penyaluran bantuan air bersih ke wilayah lain dengan menggandeng Palang Merah Indonesia (PMI).
“Bersama pihak PMI kami mendistribusikan air bersih ke wilayah Desa Madenan, tepatnya di SD Negeri 4 Madenan dan SMP Negeri 5 Tejakula,” kata Suyasa.
BPBD mengimbau masyarakat yang mulai mengalami kesulitan air bersih agar segera melapor melalui pemerintah desa setempat. Laporan tersebut akan menjadi dasar penentuan lokasi prioritas dalam pendistribusian bantuan air bersih selama musim kemarau berlangsung. *ndr














