BULELENG (terasbalinews.com) – Seminar Bedah Buku Sistem Pengobatan Tradisional Berbasis Aksara Bali menjadi wadah diskusi untuk memperdalam pemahaman tentang konsep kesehatan holistik yang berakar pada kearifan lokal Bali. Kegiatan ini melibatkan unsur pemerintah daerah dan provinsi, akademisi, tokoh budaya, serta pemerhati kesehatan, dan berlangsung di Aula Rektorat Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja, Rabu (14/01).
Bupati Buleleng yang diwakili Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng, Drs. I Nyoman Wisandika, menyampaikan bahwa kesehatan tidak dapat dimaknai secara parsial. Menurutnya, kesehatan mencakup keseimbangan fisik, mental, emosional, sosial, hingga spiritual sebagai satu kesatuan yang utuh.
Ia menegaskan bahwa nilai Tri Hita Karana memiliki peran penting dalam membangun kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Bali. Keseimbangan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan dinilai sebagai fondasi utama terciptanya kehidupan yang sehat dan harmonis.
Pemerintah Kabupaten Buleleng juga memberikan apresiasi atas terselenggaranya seminar ini sebagai ruang strategis untuk memperluas wawasan serta mendorong pengembangan sistem pengobatan tradisional Bali agar dapat selaras dengan pelayanan kesehatan yang profesional dan berkelanjutan.
Apresiasi turut disampaikan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama RI, Prof. I Nengah Duija, M.Si. Ia menilai seminar bedah buku ini sebagai langkah penting dalam memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai budaya dan spiritual yang terkandung dalam sistem pengobatan tradisional Bali, khususnya yang bersumber dari aksara dan sastra Bali. Ia juga menekankan bahwa usada Bali sebagai warisan leluhur memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan sesuai kebutuhan zaman.
Sementara itu, Gubernur Bali yang diwakili Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Dr. dr. I Nyoman Gede Anom, M.Kes, menegaskan bahwa pendekatan kesehatan berbasis kearifan lokal sejalan dengan upaya membangun sistem kesehatan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan. Ia menilai forum seperti ini penting untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam pengembangan pengobatan tradisional Bali yang adaptif dan profesional. *ndr















