BREAKING NEWS
PT. TERAS MEDIA SEJAHTERA (terasbalinews.com). AHU-0012026.AH.01.01.TAHUN 2023.
banner

Cuaca Ekstrem Picu Banjir Bandang di Buleleng, Empat Warga Dilaporkan Menjadi Korban

whatsapp image 2026 03 07 at 02.10.59
Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah korban banjir bandang di Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Jumat malam (6/3). (foto/ist).
banner 120x600
Pasang iklan disini ( 468x60 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

BULELENG (terasbalinews.com) – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Buleleng memicu terjadinya banjir bandang di Desa Banjar, Kecamatan Banjar, pada Jumat (6/3/2026) sore. Bencana tersebut menerjang kawasan Dusun Santal dan Dusun Ambengan hingga menyebabkan sejumlah warga menjadi korban.

Informasi kejadian diterima oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar pada pukul 22.10 WITA dari Camat Banjar. Luapan air sungai yang tiba-tiba membesar memicu banjir bandang yang menyapu permukiman warga. Dari laporan awal, empat orang dilaporkan menjadi korban, dengan satu di antaranya telah ditemukan meninggal dunia oleh warga setempat.

Menindaklanjuti laporan tersebut, sebanyak tujuh personel dari Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng segera diberangkatkan menuju lokasi kejadian. Setibanya di lokasi, tim langsung berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan serta unsur SAR lainnya untuk melakukan penanganan dan pencarian korban.

Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng Kadek Donny Indrawan menjelaskan bahwa korban meninggal dunia merupakan warga Dusun Santal bernama Dewa Ketut Adi Suarjana (55). Ia diduga berusaha menyelamatkan mobil miliknya ketika banjir bandang datang secara tiba-tiba.

Menurut keterangan saksi, korban sempat keluar dari mobil dan berusaha berpegangan pada pohon kopi di sekitar lokasi. Namun nahas, ia tertimpa pohon besar yang terbawa arus deras banjir. Jenazah korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 23.00 WITA setelah debit air mulai surut dan kemudian dievakuasi ke RSU Pratama Tanguwisia.

Sementara itu, tiga korban lainnya dilaporkan masih hilang di Dusun Ambengan. Rumah mereka diketahui jebol setelah diterjang luapan Sungai Mendaum.

Ketiga korban yang masih dalam pencarian yakni Komang Suci (44) bersama dua anaknya, Putu Wini (17) dan Kadek Wahyu (12).

Kadek Donny mengungkapkan bahwa upaya pencarian sempat dilakukan pada malam hari, namun kondisi gelap dan jarak pandang yang terbatas membuat proses pencarian tidak berjalan maksimal.

“Pencarian kemarin malam terkendala kondisi gelap, jarak pandang terbatas sehingga tidak efektif,” jelasnya.

Sesuai arahan pimpinan di lapangan, tim SAR gabungan akhirnya menghentikan sementara operasi pencarian sekitar pukul 00.20 WITA dan kembali ke satuan masing-masing. Pencarian rencananya akan dilanjutkan kembali dengan melibatkan unsur SAR gabungan. *ndr

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *