Dancesport Buleleng Raih 55 Medali di Bali Open National X 2026, Borong 13 Emas

Kontingen Dancesport Kabupaten Buleleng sukses mengharumkan nama daerah usai meraih 55 medali pada Kejuaraan Bali Open National X 2026 di Discovery Shopping Mall, Kuta. (foto/ist).

BULELENG (terasbalinews.com) – Kontingen Dancesport Kabupaten Buleleng kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Tampil pada ajang Bali Open National X Tahun 2026 yang berlangsung di Discovery Shopping Mall, Kuta, pada 11–12 Juli 2026, para atlet sukses membawa pulang 55 medali, terdiri dari 13 emas, 22 perak, dan 20 perunggu.

Prestasi tersebut diraih setelah 47 atlet Dancesport Buleleng bertanding di 25 nomor pertandingan menghadapi peserta dari berbagai daerah, seperti Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Utara, Kalimantan Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sulawesi Selatan, serta seluruh kabupaten/kota di Bali. Kejuaraan itu sendiri diikuti sekitar 200 atlet.

Pelatih Dancesport Buleleng, Putu Krisna Yudha, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil dari proses latihan yang dijalani atlet secara konsisten selama masa persiapan.

“Kami sangat bersyukur atas hasil yang diraih pada Bali Open National X Tahun 2026. Prestasi ini merupakan buah dari kerja keras atlet yang telah menjalani latihan dengan disiplin dan penuh semangat,” ujarnya, Senin (13/7/2026).

Menurutnya, keberhasilan tersebut juga lahir berkat dukungan berbagai pihak, mulai dari KONI Buleleng, jajaran pelatih, official, orang tua atlet, hingga seluruh elemen yang terus mendorong perkembangan cabang olahraga dancesport di Kabupaten Buleleng.

“Ini merupakan sinergitas kita bersama, bagaimana dancesport bisa berkiprah tidak hanya di lokal, melainkan juga nasional dan internasional,” imbuhnya.

Persaingan dalam kejuaraan kali ini diakui berlangsung sangat ketat. Salah satu atlet Buleleng, Anastasya Andhita Limantara, mengungkapkan lawan terberat datang dari atlet-atlet yang telah memiliki pengalaman di level nasional hingga internasional.

“Saingan yang paling berat menurut saya dari Lombok, karena mereka atlet PON dan baru saja mengikuti kejuaraan di Moscow. Selain itu juga ada atlet dari Kalimantan Timur. Astungkara saya bersama partner saya Gede Riski Saputra berhasil meraih medali perak pada nomor Pre Amateur Latin,” katanya.

Selain pasangan Anastasya Andhita Limantara–Gede Riski Saputra yang meraih medali perak di nomor Pre Amateur Latin, pasangan Dio Septian Dinata–Ni Kadek Ranindya Maheswari Wijaya juga sukses menyumbangkan medali perak pada nomor FFA Waltz setelah bersaing sengit dengan atlet asal Kalimantan Timur.

Keberhasilan mengoleksi 55 medali diharapkan menjadi motivasi untuk terus memperkuat pembinaan atlet usia dini di Kabupaten Buleleng. Sinergi antara KONI Buleleng, IODI Buleleng, pelatih, atlet, official, pemerintah daerah, serta dukungan masyarakat dinilai menjadi fondasi penting dalam melahirkan atlet berprestasi yang mampu bersaing di level regional, nasional, hingga internasional.

“Eksistensi Kabupaten Buleleng sebagai salah satu daerah di Bali yang konsisten melahirkan atlet-atlet Dancesport berprestasi dan mampu bersaing di level nasional,” tutupnya. *ndr

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *