BREAKING NEWS
PT. TERAS MEDIA SEJAHTERA (terasbalinews.com). AHU-0012026.AH.01.01.TAHUN 2023.
Pasang iklan disini ( 970x250 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

Demokrat Buka Akses Jalan 1,5 Km di Penebel, Ratusan KK Kini Punya Akses Lebih Dekat

Akses jalan baru sepanjang sekitar 1,5 kilometer di Desa Sangketan, Kecamatan Penebel, Tabanan. (foto/red)
banner 120x600
Pasang iklan disini ( 468x60 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

TABANAN (terasbalinews.com). Kepedulian terhadap kebutuhan infrastruktur masyarakat mendorong Ketua PAC Demokrat Penebel, I Made Suka Wijaya, S.Pd., membuka akses jalan baru sepanjang sekitar 1,5 kilometer di Desa Sangketan, Kecamatan Penebel, Tabanan.

Jalan tersebut dibangun bersama masyarakat untuk menghubungkan wilayah Munduk Dawa, Puring, dan Pekandalen dengan sejumlah titik penting, khususnya SD Negeri 6 Penatahan dan Pura Luhur Tambawaras.

Pembangunan akses tersebut berangkat dari aspirasi masyarakat serta melihat potensi wilayah Sangketan yang dinilai masih membutuhkan konektivitas transportasi yang lebih baik.

“Wilayah Sangketan ini sebenarnya memiliki potensi yang luar biasa. Ada dorongan kuat dari masyarakat, inisiatif murni dari saya, serta dukungan teman-teman di sini untuk membuka akses jalan ini,” ujar Made Suka Wijaya saat ditemui di lokasi pembangunan, Sabtu (12/9/2026).

Menurutnya, pembangunan jalan tidak dilakukan PAC Demokrat Penebel seorang diri. Keterbatasan anggaran mendorong adanya kolaborasi dengan jajaran Partai Demokrat, mulai dari tingkat Provinsi Bali, pusat, daerah hingga perwakilan di DPR RI.

Semula, berdasarkan proposal, pengerjaan jalan ditargetkan selesai dalam enam hari. Namun, kondisi medan di lapangan membuat pekerjaan telah berlangsung selama delapan hari dan hingga kini akses tersebut belum sepenuhnya tembus.

Jalan baru itu diharapkan mampu memangkas jarak warga menuju sejumlah fasilitas penting. Salah satunya akses bagi anak-anak yang bersekolah di SD Negeri 6 Penatahan serta masyarakat yang hendak melakukan persembahyangan di Pura Luhur Tambawaras.

Selain itu, jalur tersebut nantinya membuka konektivitas menuju Muncak Sari yang selama ini menjadi salah satu pusat aktivitas dan sumber mata pencaharian masyarakat.

Made Suka Wijaya memperkirakan akses baru tersebut akan memberikan manfaat bagi sekitar 500 kepala keluarga. Dari jumlah itu, sekitar 150 hingga 200 KK merupakan penduduk asli yang bermukim di wilayah tersebut.

“Harapannya masyarakat memiliki akses yang lebih dekat menuju titik-titik vital, terutama untuk menyekolahkan anak-anak ke SD Negeri 6 dan mempermudah persembahyangan,” katanya.

Aktivitas masyarakat di kawasan tersebut juga berlangsung hingga malam hari. Untuk menunjang keamanan dan mobilitas warga, penerangan jalan telah difasilitasi melalui pemerintah daerah.

Dari sisi pembebasan lahan, seluruh persetujuan masyarakat disebut telah diselesaikan. Kesepakatan tersebut dituangkan dalam dokumen tertulis dan dilengkapi surat perjanjian yang ditandatangani para pihak.

“Sejauh ini belum ada kendala. Semua persetujuan pembebasan lahan sudah aman dan ada hitam di atas putih, termasuk surat perjanjian bertanda tangan,” jelasnya.

Di tengah pembangunan, dukungan masyarakat menjadi salah satu kekuatan utama. Warga bergotong royong membantu pengerjaan jalan di tengah aktivitas adat yang juga berlangsung di kawasan tersebut.

Made Suka Wijaya mengapresiasi kekompakan warga. Pada hari itu, sebagian pengurus dan masyarakat tidak dapat hadir karena tengah mempersiapkan upacara odalan di Pura Luhur Tambawaras.

“Sebagian besar warga dan pengurus sedang bergotong royong (ngayah), baik di Munduk Dawa maupun di Pekandelan. Jadi, hanya beberapa dari kami yang bisa hadir saat ini,” pungkasnya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *