BREAKING NEWS
PT. TERAS MEDIA SEJAHTERA (terasbalinews.com). AHU-0012026.AH.01.01.TAHUN 2023.
Pasang iklan disini ( 970x250 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

Hadapi Lonjakan Permintaan HBKN, Pemkab Buleleng Matangkan Langkah Pengendalian Inflasi

whatsapp image 2026 02 12 at 15.17.33
Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra. (foto/ist).
banner 120x600
Pasang iklan disini ( 468x60 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

BULELENG (terasbalinews.com) – Menjelang rangkaian Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) seperti Imlek, Nyepi, hingga Idulfitri, Pemerintah Kabupaten Buleleng memperkuat upaya pengendalian inflasi melalui High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang digelar di Ruang Rapat Kantor Bupati Buleleng, Kamis (12/2).

Pertemuan tersebut dihadiri Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Ronald D. Parluhutan yang diterima langsung oleh Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra bersama Sekda Gede Suyasa, Forkopimda, serta pimpinan perangkat daerah terkait.

Bupati Nyoman Sutjidra menekankan bahwa pengendalian inflasi bukan hanya soal angka statistik, tetapi berkaitan langsung dengan daya beli masyarakat dan stabilitas kesejahteraan. Ia menyampaikan inflasi Buleleng saat ini berada pada level 2,59 persen secara tahunan (year on year), masih dalam kisaran target nasional.

“Inflasi ini sangat berpengaruh terhadap daya beli masyarakat. Kalau tidak kita kendalikan dengan baik, dampaknya langsung terasa. Karena itu, kita harus memastikan stok aman dan distribusi lancar, terutama menjelang hari raya,” tegasnya.

Untuk mengantisipasi potensi lonjakan permintaan, Pemkab Buleleng telah menyiapkan sejumlah langkah, di antaranya memperkuat operasi pasar dan pasar pangan murah, meningkatkan pengawasan distribusi, serta memastikan ketersediaan komoditas utama tetap stabil.

Selain itu, Dinas Pertanian turut mendorong gerakan tanam dengan membagikan bibit cabai kepada masyarakat guna menekan risiko kenaikan harga komoditas hortikultura yang kerap menjadi pemicu inflasi.

Sementara itu, Deputi Kepala BI Bali Ronald D. Parluhutan mengapresiasi langkah cepat Pemkab Buleleng. Ia menyebut Buleleng menjadi daerah pertama di Bali yang menggelar High Level Meeting TPID di tingkat kabupaten/kota setelah pertemuan TPIP pusat dan TPID provinsi.

Menurutnya, pengendalian inflasi di daerah memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional karena berpengaruh langsung terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Ronald juga mengingatkan sejumlah komoditas yang perlu mendapat perhatian menjelang HBKN, seperti cabai rawit, beras, bawang merah, telur ayam ras, daging ayam ras, dan tomat. Meski sebagian dalam kondisi surplus, lonjakan permintaan musiman tetap berpotensi memicu kenaikan harga.

“Berdasarkan data Januari 2026, Buleleng tercatat mengalami deflasi bulanan sebesar -0,4 persen (month to month). Namun demikian, kewaspadaan tetap diperlukan mengingat pola kenaikan harga yang kerap terjadi menjelang hari raya,” pungkasnya.

Melalui forum tersebut, Pemkab Buleleng menegaskan komitmen memperkuat sinergi dengan Bank Indonesia dan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan inflasi tetap terkendali serta menjaga stabilitas ekonomi daerah. *ndr

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *