BREAKING NEWS
PT. TERAS MEDIA SEJAHTERA (terasbalinews.com). AHU-0012026.AH.01.01.TAHUN 2023.
Pasang iklan disini ( 970x250 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

Hari Raya Waisak Di Buleleng Diperingati Dengan Sederhana, Dari Gelar Donor Darah Hingga Bersih-Bersih Taman Makam Pahlawan

walubi 5
Ketua Walubi Buleleng Wiharta Harija Memberikan pengarahan pada kegiatan sosial d pembersihan areal Taman Makam Pahlawan Buleleng.( foto/ist).
banner 120x600
Pasang iklan disini ( 468x60 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

BULELENG (terasbalinews.com). Perayaan Waisak tahun ini ditetapkan sebagai Waisak 2569 BE (Buddhist Era). Dan umat Budha di Buleleng merayakannya dengan cara sederhana namun diiringi dengan rangkaian acara spiritual sakral. Dengan tema “Tingkatkan Pengendalian Diri dan Kebijaksanaan, Wujudkan Perdamaian Dunia”, berharap Waisak kali ini bisa menularkan pesan damai ke seantero dunia. Tema itu dikeluarkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia, melalui Pembimbing Masyarakat Buddha, menetapkan tema nasional Hari Raya Waisak 2569 BE/2025 melalui Surat Pemberitahuan Nomor: B-49/DJ.VII.I.Dt.1/BA.03.1/02/2025.

Menurut Ketua Wadah Antar Lembaga Umat Budha Indonesia (Walubi) Buleleng Wiharta Harija, tema Waisak kali ini cukup luas, disebabkan iklim global saat ini lagi banyak terjadi peperangan, ketidak pastian global, sehingga perayaan Waisak kali ini diharapkan umat Budha banyak merenung tentang pengendalian diri dan menahan ego serta mengedepankan toleransi dan kebersamaan.

“Kita berharap dari tema dan rasa pengendalina diri itu akan ditularkan kepada umat lain sehingga kita bisa hidup dalam kedamaian,” ujar Wiharta, pada Senin (12/5/2025).

Wiharta mengatakan, umat Budha di Buleleng merayakan Hari Raya Waisak kali ini dengan cara sederhana. Perayaan Waisak bukan hanya soal tradisi keagamaan, namun menjadi momen refleksi mendalam atas perjalanan spiritual Siddhartha Gautama.

Menurut Wiharta, Waisak diperingati setiap tahun pada saat bulan purnama di bulan Waisak dan itu menjadi simbol dari tiga peristiwa penting dalam kehidupan Sang Buddha. Yakni kelahiran, pencapaian pencerahan, dan wafatnya. Untuk di Buleleng, menurut Wiharta perayaan Waisak diawali dengan sepekan pendalaman dhamma (SPD) yang dilakukan di masing-masing wihara.

‘Sebelumnya mendengarkan pemaparan dhamma dari para bhiku dan bante serta para rohaniawan diselingi dengan puja bhakti, meditasi dan ada juga kegiatan bakti sosial,” sambung Wiharta.

Sementara itu dalam  acara bakti sosial sejumlah kegiatan dilakukan, mulai donor darah, bersih-bersih taman makam pahlawan dan pembagian sembako hingga acara puncak detik-detik peringatan Waisak. Pada acara detik-detik Waisak jatuh pada tanggal 12 Mei 2025 Umat Budha melakukan acara mengenang kebaikan guru agung dengan ritual puja bhakti dan meditasi yang dilakukan disetiap wihara.

“Di Buleleng ada 9 wihara dibawah naungan Walubi dan ada dua tambahan 2 Cetiya yakni bentuk vihara yang lebih kecil dan khusus digunakan untuk tempat kebaktian. Disamping ada beberapa majelis Budha yang ikut bergabung dengan kita,”tandasnya. khan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *