BULELENG (terasbalinews.com) – Fenomena langka terlihat dalam sepekan terakhir di perairan Bali Utara, tepatnya di kawasan laut Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Buleleng. Sejumlah paus yang diidentifikasi sebagai Paus Sperma (Physeter macrocephalus) terlihat beberapa kali muncul ke permukaan laut dan bergerak berpasangan melintasi jalur perairan menuju timur, hingga arah Lovina.
Pemandu wisata sekaligus kapten dolphin watching, Abdul Rohim (42), merupakan salah satu saksi yang beruntung melihat langsung kemunculan mamalia laut raksasa tersebut. Rohim sempat mengabadikan momen ketika paus muncul sambil menyemburkan air ke udara.

“Sudah beberapa hari terakhir, seminggu terakhir lah kurang lebih. Kemarin ketemu, hari ini ketemu. Dua hari lalu teman ketemu juga—dua hari lalu saya kan enggak ngetrip—teman ketemu. Terus minggu lalu ketemu, mereka bergerak ke arah timur,” ujar Rohim, Minggu (7/12/2025).

Rohim menilai kemunculan paus sperma kali ini kemungkinan bagian dari migrasi tahunan, karena pola serupa hampir selalu terjadi pada periode September hingga akhir tahun.
“Selalu berpasangan melintas ke arah timur ke arah Lovina, saya tidak mengetahui kemana tujuan mereka apa menuju perairan Australia,” tambahnya.
Ia menjelaskan bahwa jalur munculnya paus berada sekitar 10 kilometer dari pantai dengan kedalaman laut mencapai 300–400 meter, lokasi ideal bagi paus sperma untuk bermigrasi.
“Kalau mereka melintas biasanya berpasangan. Sering saya ketemu itu dua bareng kumpul. Nah, kemarin ketemu empat… biasanya sih sering ketemu saya itu dua, berpasangan dia,” jelasnya.
Rohim mengaku perjumpaan dengan paus sperma kerap terjadi secara tidak sengaja saat ia membawa wisatawan untuk mengamati lumba-lumba. Menurutnya, momen tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang beruntung.
“Jika beruntung wisatawan yang tengah melihat dolphin akan bertemu dengan migrasi paus sperma,” ungkapnya.
Rohim berharap fenomena tahunan ini dapat menjadi magnet wisata bahari baru di Pemuteran, melengkapi daya tarik dolphin watching yang sudah lebih dulu populer. *ndr















