BREAKING NEWS
PT. TERAS MEDIA SEJAHTERA (terasbalinews.com). AHU-0012026.AH.01.01.TAHUN 2023.
banner

MSCI Akui Reformasi Pasar Modal Indonesia, OJK Dorong Transformasi Menuju Pasar yang Lebih Kompetitif

ojk logo
(foto/ist)
banner 120x600
Pasang iklan disini ( 468x60 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

JAKARTA (terasbalinews.com). Pasar modal Indonesia kembali mendapatkan pengakuan dari lembaga indeks global. Dalam hasil “MSCI 2026 Market Classification Review” yang dirilis pada 24 Juni 2026, Indonesia tetap dipertahankan dalam kategori “Emerging Markets” atau pasar berkembang.

Keputusan tersebut disambut positif oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menilai hasil evaluasi MSCI mencerminkan kepercayaan investor global terhadap ketahanan ekonomi nasional, stabilitas sektor jasa keuangan, serta berbagai langkah reformasi yang terus dilakukan untuk memperkuat kualitas pasar modal Indonesia.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengatakan keputusan MSCI menjadi sinyal positif bahwa transformasi pasar modal Indonesia terus mendapat perhatian dan pengakuan internasional.

“Kami juga mencatat pengakuan MSCI atas berbagai langkah reformasi integritas pasar modal yang telah dilakukan. Adapun sejumlah area yang masih menjadi perhatian merupakan bagian dari proses evaluasi yang konstruktif dan akan terus kami tindak lanjuti bersama seluruh pemangku kepentingan,” ujar Friderica.

Menurutnya, keberlanjutan status Indonesia dalam kelompok Emerging Markets menunjukkan bahwa pasar modal nasional tetap memiliki daya tarik di mata investor global, sekaligus menjadi dorongan untuk terus memperbaiki aspek transparansi, tata kelola, dan integritas pasar.

Sebelum pengumuman klasifikasi pasar tersebut, MSCI pada 19 Juni 2026 juga telah merilis “Global Market Accessibility Review 2026”.

Dalam evaluasi itu, aksesibilitas pasar Indonesia dinilai sebagai salah satu yang terbaik di antara negara-negara Emerging Markets kawasan Asia-Pasifik.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi menyampaikan bahwa hasil tersebut menjadi bentuk pengakuan terhadap berbagai agenda reformasi pasar modal yang dilakukan OJK bersama Self-Regulatory Organizations (SRO) dan seluruh pemangku kepentingan.

“MSCI tidak hanya mempertahankan status Indonesia sebagai Emerging Markets, tetapi juga memberikan pengakuan bahwa berbagai langkah reformasi yang telah dan sedang kita jalankan berada pada arah yang tepat. Hal tersebut tercermin dari hasil penilaian market accessibility Indonesia yang terjaga baik,” kata Hasan.

Menurut Hasan, pengakuan tersebut menjadi modal penting bagi penguatan pasar modal Indonesia agar semakin transparan, berintegritas, dan mampu bersaing dengan pasar global.

Meski demikian, ia menegaskan masih terdapat sejumlah ruang perbaikan yang perlu terus diperhatikan. OJK berkomitmen melanjutkan komunikasi dan kerja sama dengan penyedia indeks global, investor internasional, serta seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan kredibilitas pasar modal nasional.

Pengakuan MSCI tersebut juga sejalan dengan hasil evaluasi lembaga indeks global lainnya, FTSE Russell, yang sebelumnya mempertahankan posisi Indonesia dalam kelompok “Secondary Emerging Markets” pada April 2026.

Dalam penilaian tersebut, Indonesia tetap berada dalam kelompok pasar berkembang bersama sejumlah negara dengan pasar besar seperti Tiongkok dan India. Indonesia juga tidak masuk dalam daftar pengawasan (Watch List) untuk evaluasi lanjutan.

Hasan mengatakan, keputusan MSCI kali ini semakin memperkuat sinyal bahwa agenda reformasi pasar modal Indonesia mendapatkan perhatian positif dari komunitas investasi global.

Namun, mempertahankan status Emerging Markets bukan menjadi tujuan akhir. OJK bersama SRO akan terus mempercepat berbagai program reformasi untuk memperkuat fondasi pasar modal domestik.

“Ke depan, relevansi dan peran pasar Indonesia dalam skala global juga akan terus diperkuat. Hal ini ditopang oleh kinerja perekonomian Indonesia yang kuat serta pertumbuhan pasar domestik sesuai dengan kondisi fundamentalnya,” ujar Hasan.

OJK menilai prospek pasar modal Indonesia masih sangat terbuka, baik bagi investor domestik maupun global. Optimisme tersebut didukung oleh sejumlah faktor, seperti fundamental ekonomi nasional yang relatif terjaga, jumlah investor yang terus bertumbuh, valuasi saham yang kompetitif, serta kinerja fundamental emiten yang secara umum masih positif.

“Kami meyakini pasar modal Indonesia masih sangat prospektif dan menarik, baik bagi investor domestik maupun global,” kata Hasan.

Menurutnya, penguatan pasar modal tidak hanya berkaitan dengan peningkatan investasi, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui pembiayaan dunia usaha.

OJK menyampaikan apresiasi kepada pemerintah, Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, SRO, pelaku industri, investor, serta seluruh pemangku kepentingan yang telah mendukung agenda reformasi pasar modal Indonesia.

Capaian mempertahankan status Emerging Markets tersebut dinilai sebagai hasil kerja bersama dalam membangun pasar modal yang semakin transparan, memiliki tata kelola kuat, serta berdaya saing di tingkat internasional.

Ke depan, OJK memastikan reformasi akan terus berjalan untuk menjadikan pasar modal Indonesia tidak hanya mampu mempertahankan kepercayaan investor global, tetapi juga semakin berperan sebagai salah satu penggerak utama perekonomian nasional. (red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *