BREAKING NEWS
PT. TERAS MEDIA SEJAHTERA (terasbalinews.com). AHU-0012026.AH.01.01.TAHUN 2023.

OJK : Sektor Jasa Keuangan Nasional Tetap Terjaga dengan Baik

Rapat Dewan Komisioner Bulanan Otoritas Jasa Keuangan bulan April 2023 yang dilakukan secara virtual (foto/ist)
banner 120x600

JAKARTA (terasbalinews.com). Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai stabilitas sektor jasa keuangan nasional tetap terjaga dengan permodalan dan likuiditas yang baik, sehingga mampu berdaya tahan dalam menghadapi gejolak global. Hal tersebut terungkap dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan OJK, yang dilakukan secara virtual pada Jumat (5/5).

Dalam kegiatan tersebut, diketahui bahwa eskalasi tensi geopolitik, berlanjutnya permasalahan perbankan AS, serta tingkat inflasi global yang masih berada di tingkat yang tinggi menjadi sumber potensi kerentanan utama bagi stabilitas sektor keuangan global.

“Beberapa indikator sektor riil AS bergerak melemah, yang meningkatkan kekhawatiran akan terjadinya resesi serta isu batasan debt ceiling AS, menambah ketidakpastian di pasar. Meski begitu, indikator perekonomian Indonesia terkini menunjukkan kinerja ekonomi nasional yang solid dengan tumbuh 5,03 persen year on year di triwulan I 2023, meningkat dibandingkan triwulan IV 2022 yang tumbuh 5,01 persen yoy,” ungkap Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan dan Komunikasi OJK, Aman Santosa, melalui siaran pers pada Sabtu (6/5/2023).

Terkait perkembangan pasar modal, pasar saham pada April 2023 menguat 1,62 persen mtd ke level 6.915,72, dengan non-resident mencatatkan inflow sebesar Rp12,29 triliun mtd. Secara ytd, IHSG tercatat menguat sebesar 0,95 persen dengan non-resident membukukan net buy sebesar Rp18,91 triliun.

Mengenai perkembangan sektor perbankan, kredit perbankan pada Maret 2023 tumbuh 9,93 persen yoy menjadi Rp6.445,5 triliun. Pertumbuhan ditopang oleh kredit investasi yang tumbuh sebesar 11,40 persen yoy, sementara kredit modal kerja dan konsumsi masing-masing tumbuh sebesar 9,52 persen dan 9,20 persen. Secara mtm, kredit perbankan naik 1,10 persen atau naik Rp70,14 triliun.

Pada sektor IKNB, akumulasi pendapatan premi sektor asuransi selama periode Januari sampai dengan Maret 2023 mencapai Rp78,50 triliun, atau terkontraksi sebesar 1,33 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Demikian pula halnya dengan pertumbuhan akumulasi premi asuransi jiwa terkontraksi ssebesar -9,81 persen yoy, dengan nilai sebesar Rp44,84 triliun per Maret 2023, yang idorong oleh penurunan premi di lini usaha PAYDI.

Terakhir, pada sektor perkembangan edukasi dan perlindungan konsumen, OJK bersama seluruh anggota Satgas Waspada Investasi (SWI) telah menghentikan 15 entitas yang melakukan penawaran investasi tanpa izin serta menindaklanjuti temuan 155 platform pinjaman online ilegal sampai dengan 30 April 2023.

“Sejak awal Januari hingga 30 April 2023, OJK telah menerima 94.737 permintaan layanan, termasuk 6,371 pengaduan, 34 pengaduan berindikasi pelanggaran, dan 420 sengketa yang masuk ke dalam LAPS Sektor Jasa Keuangan,” tambah Aman.

Menghadapi kondisi ketidakpastian global yang tinggi, OJK akan melakukan langkah kebijakan untuk menjaga stabilitas sistem keuangan, penguatan sektor jasa keuangan dan infrastruktur pasar, penguatan tata kelola OJK, serta kebijakan literasi dan iklusi keuangan serta penguatan perlindungan konsumen.

“Dengan langkah-langkah penguatan tersebut, OJK optimis stabilitas sistem keuangan dapat terjaga, khususnya dalam mengantisipasi peningkatan risiko eksternal dan semakin mendorong pemulihan ekonomi nasional,” pungkas Aman. (rls/pri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *