BULELENG (terasbalinews.com) – Pancasila bukanlah sekadar simbol sejarah, melainkan sebuah solusi hidup yang relevan untuk menjawab tantangan zaman. Pesan kuat inilah yang menjadi inti dari Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2025 di Kabupaten Buleleng, yang dipimpin langsung oleh Bupati I Nyoman Sutjidra.
Dalam upacara khidmat yang dihadiri Forkopimda, ASN, pelajar, dan masyarakat, Bupati Sutjidra mengubah seremoni tahunan ini menjadi sebuah momentum ajakan moral. Ia menyerukan agar Pancasila tidak hanya diingat, tetapi dihidupi dalam setiap tindakan.
“Peringatan Hari Kesaktian Pancasila ini harus kita jadikan sebagai pengingat dan penyemangat untuk terus mempedomani dan mengamalkan Pancasila dalam setiap sendi kehidupan kita,” tegas Bupati Sutjidra.
Lebih dari sekadar retorika, Bupati Sutjidra memaparkan cara-cara praktis untuk membumikan ideologi bangsa. Ia menjabarkan bahwa nilai Ketuhanan tecermin dari sikap saling menghormati antarumat beragama, nilai Kemanusiaan diwujudkan melalui toleransi dan tolong-menolong, dan nilai Persatuan dipraktikkan dengan menjaga kerukunan. Sementara itu, nilai Kerakyatan hidup dalam tradisi musyawarah, dan nilai Keadilan Sosial nyata dalam semangat gotong royong.
Menurutnya, pengamalan nilai-nilai sederhana inilah yang menjadi kunci kesaktian Pancasila, membuatnya mampu menjadi perekat bagi masyarakat Buleleng yang majemuk dan benteng dari potensi perpecahan.
Di akhir pesannya, Bupati Sutjidra dengan penuh semangat mengajak seluruh masyarakat untuk membuktikan relevansi Pancasila di era modern.
“Pancasila adalah solusi. Ia adalah fondasi dan sekaligus ramuan untuk menyatukan kita semua. Mari kita jaga bersama-sama, kita isi dengan kegiatan-kegiatan yang positif, dan kita buktikan bahwa Pancasila masih sangat sakti dan relevan untuk membimbing kita menuju Buleleng yang lebih sejahtera dan berbhakti,” pungkasnya. *ndr







