BREAKING NEWS
PT. TERAS MEDIA SEJAHTERA (terasbalinews.com). AHU-0012026.AH.01.01.TAHUN 2023.
Pasang iklan disini ( 970x250 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

Puluhan SD di Buleleng Krisis Siswa Baru, Dua Sekolah Tak Kebagian Murid

Siswa Siswi SDN 1 Pengastulan tengah melakukan kegiatan diawal tahun ajaran baru 2025/2026. Rabu, (23/07/2025). (foto/ist).
banner 120x600
Pasang iklan disini ( 468x60 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

BULELENG (terasbalinews.com) – Tahun ajaran baru 2025/2026 membawa tantangan serius bagi dunia pendidikan dasar di Kabupaten Buleleng. Fenomena minimnya jumlah murid baru menyoroti krisis partisipasi yang terjadi di sejumlah sekolah dasar (SD), dengan catatan paling mengkhawatirkan terjadi di dua SD yang sama sekali tidak menerima pendaftar.

Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat 58 SD di Buleleng yang mengalami kesenjangan penerimaan siswa baru. Bahkan, SDN 1 Pengastulan, SDN 4 Sambirenteng, dan SDN 4 Pucaksari mencatat jumlah pendaftar sangat minim—dengan dua di antaranya nihil pendaftar sama sekali.

Kepala Sekolah SDN 1 Pengastulan, I Nyoman Sumanasa, S.Pd, mengakui bahwa sejumlah faktor menjadi penyebab sepinya pendaftaran di sekolah yang ia pimpin. Ia menyoroti lokasi sekolah yang berada di pinggir jalan raya serta bayang-bayang masa lalu terkait isu pengelolaan sekolah yang sempat menciptakan trauma bagi orang tua siswa.

“Isu masa lalu salah kelola di sekolah kami yang membuat trauma orang tua siswa, faktor lain karena jumlah siswa mendaftar sedikit akibat populasi dan faktor keselamatan,” ungkapnya.

Meski berbagai upaya telah dilakukan, seperti pemberian seragam pramuka gratis untuk menarik minat, hasilnya masih jauh dari harapan. Para orang tua justru memilih mendaftarkan anak mereka ke SDN 3 Pengastulan, yang letaknya tidak jauh dari SDN 1.

Saat ini, SDN 1 Pengastulan hanya memiliki total 40 siswa aktif, tersebar dari kelas II hingga kelas VI, dengan distribusi paling rendah di kelas V yang hanya diisi lima siswa.

Situasi ini tak luput dari perhatian Komisi IV DPRD Kabupaten Buleleng. Anggotanya, A.A. Ketut Widia Putra, menyampaikan bahwa pihaknya sedang menelusuri akar persoalan sepinya peminat di SDN 1 Pengastulan.

“Sebetulnya di Pengastulan ada sebanyak 15 tamatan TK yang bisa di-cover, namun seluruhnya mendaftar di SDN 3 dengan berbagai sebab, di antaranya isu lama soal pungli dan persoalan perkembangan penduduk,” terangnya.

Senada dengan itu, Camat Seririt I Gusti Putu Ngurah Mastika menegaskan bahwa pendekatan persuasif kepada para orang tua akan terus dilakukan untuk memulihkan kepercayaan terhadap sekolah-sekolah yang terdampak.

“Paling tidak ada perubahan mindset sehingga tidak lagi ada kecurigaan bahwa SDN 1 ini sudah seperti dulu lagi,” ujarnya.

Sementara itu, saat dimintai keterangan terkait fenomena ini, Plt. Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Buleleng, Dewa Made Sudiarta, belum memberikan tanggapan resmi. Melalui pesan WhatsApp, ia menyatakan belum bisa merespons karena padatnya agenda.

“Klau minta data lbh sabar ya, agda padat niki,” tulisnya singkat.

Lebih luas lagi, data dari Disdikpora mengungkap bahwa ada 55 SD di Buleleng yang hanya menerima kurang dari 10 siswa untuk tahun ajaran ini. Temuan ini mengindikasikan tantangan struktural dalam penyebaran populasi, persepsi masyarakat terhadap mutu sekolah, serta dampak dari citra sekolah di masa lalu yang belum sepenuhnya pulih.

Kondisi ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi menyeluruh bagi pemangku kebijakan pendidikan di Buleleng dalam menyusun strategi penataan dan pemulihan kepercayaan publik terhadap sekolah negeri, khususnya di wilayah-wilayah yang mengalami penurunan tajam dalam partisipasi siswa baru. Ndra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *