BREAKING NEWS
PT. TERAS MEDIA SEJAHTERA (terasbalinews.com). AHU-0012026.AH.01.01.TAHUN 2023.

Sukses Menghadapi Badai Covid-19, Puji Rahayu : Ekonomi Bali “Astungkara” Bertumbuh

whatsapp image 2023 03 16 at 18.37.32
Kepala Otoritas Jasa Keuangan Kantor Regional 8 Bali Nusa Tenggara, Kristrianti Puji Rahayu, ketika diwawancarai (foto/tbn)
banner 120x600

BADUNG (terasbalinews.com). Di sela kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Sinergi Lembaga Pengelola Informasi Perkreditan (LPIP) dan Innovative Credit Scoring (ICS) dalam Mendorong Peningkatan Inklusi Keuangan” di Nusa Dua, Kamis (16/3/2023), Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) KR 8 Bali Nusra, Kristrianti Puji Rahayu, berharap diskusi tersebut dapat menghasilkan suatu kesepakatan dan menyampaikan pesan strategis untuk meningkatkan peran credit scoring dalam mempromosikan inklusi keuangan.

“Atas nama OJK, saya mengucapkan selamat datang di Bali, salah satu dari pulau yang paling indah di Indonesia. Pagi yang cerah di Bali ini merepresentasikan ekonomi Bali, yang sudah sukses menghadapi badai, setelah tiga tahun Bali berjibaku dengan pandemi Covid-19,” ujarnya.

Wanita yang akrab disapa Puji Rahayu ini menyampaikan, umumnya pertumbuhan ekonomi Bali di atas angka pertumbuhan ekonomi Indonesia. Tetapi, ketika pandemi Covid-19 menghantam Bali, pertumbuhan ekonomi Bali berada di bawah angka Indonesia. Pandemi memperlambat ekonomi di hampir seluruh bagian di dunia, yang berdampak terhadap kunjungan wisatawan asing ke Bali sejak 2020.

Lebih lanjut, pada kuartal kedua 2020, Bali menyentuh angka terendah dalam pertumbuhan ekonomi, hingga menyentuh -12,39%.

“Setelah KTT G20 sukses digelar pada kuartal ketiga 2022, performa ekonomi Bali menunjukkan tren positif pada kuartal keempat 2022,” kata Pemimpin Perempuan Pertama OJK KR 8 Bali Nusra ini.

Diuraikan, pertumbuhan ekonomi Bali menyentuh angka 6,61%, lebih tinggi dari Indonesia yang hanya berada pada angka 5,01%. Astungkara, Bali mulai mengalami recovery. Pertumbuhan ekonomi ini disebabkan beberapa program utama hasil kolaborasi dengan pemangku kepentingan, seperti kementerian, pemerintah, organisasi, industri keuangan, termasuk juga transformasi digital. Bersama, kita ciptakan ekonomi yang lebih resilient.

Apa yang disampaikan Puji Rahayu, merujuk Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2022, indeks literasi keuangan serta indeks inklusi keuangan mengalami peningkatan, masing dari 38,03% dan 76,19%  pada 2019 menjadi 49,68% dan 85.19%  pada 2022.

“Meski mengalami peningkatan, akses terhadap sumber-sumber keuangan masih menjadi isu yang perlu dipecahkan. Salah satu alasan utama dari hal ini adalah peminjam tidak memiliki cukup data untuk mengakes kelayakan kredit konsumen mereka,” tuturnya.

Berdasarkan data Bank Dunia, katanya, sekitar 1,7 juta orang dewasa tidak memiliki rekening bank atau institusi keuangan lainnya dan hanya mengandalkan uang kertas

“Mereka, yang sebagian besar tidak memiliki identitas keuangan, tidak menghasilkan data finansial yang lengkap. Banyak dari mereka tinggal di negara yang sedang berkembang, permasalahan mengenai data konsumen juga dialami negara maju,” imbuhnya.

Ia pun mencontohkan, di Amerika Serikat, hampir 50 juta orang dewasa tidak atau hanya memiliki sedikit riwayat kredit untuk menghasilkan kredit skor konvensional. Masalah data ini telah membuat para praktisi, regulator, pembuat kebijakan, dan akademis untuk melihat potensi sumber data alternatif yang menjangkau lebih banyak individu, yang sebagian besar para non-finansial, untuk melihat kelayakan kredit mereka.

“Tentu kegiatan kali ini akan mendiskusikan peningkatan inklusi keuangan melalui sinergi dengan innovative credit scoring dan LPIP, untuk membantu mereka yang tidak dapat dijangkau bank agar mendapatkan kredit dari penyedia jasa keuangan, mendorong bisnis mereka untuk berkembang lebih jauh,” katanya.

OJK berharap kolaborasi dalam transformasi digital dengan industri fintech dan sektor penyedia keuangan digital, yang dapat menjadi ujung tombak pemulihan ekonomi nasional. Transformasi ditigal harus mampu mempromosikan pertumbuhan ekonomi nasional, termasuk mendorong sektor mikro melalui platform digital, terutama mentransformasi UMKM menjadi UMKM digital.

“Saya sangat bahagia dengan kehadiran hadirin bersama kami hari ini, dan kami berharap diskusi ini akan menjadi informatif, menarik, dan mengesankan bagi semua pihak untuk bertukar ide, mendiskusikan isu-isu krusial, dan belajar dari pengalaman satu sama lain,” harapnya, serya berujar, kami percaya bahwa acara hari ini akan menjadi kesempatan emas untuk terhubung, berjejaring, dan membangun relasi dengan orang-orang hebat yang memiliki passion yang sama dan komitmen untuk pertumbuhan finansial,” tutupnya. (pri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *