BREAKING NEWS
PT. TERAS MEDIA SEJAHTERA (terasbalinews.com). AHU-0012026.AH.01.01.TAHUN 2023.
banner

Tahun 2026, Pelabuhan Celukan Bawang Disiapkan Sambut 22 Kapal Pesiar

whatsapp image 2026 01 05 at 16.44.08
Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Kabupaten Buleleng, Gede Dody Sukma Oktiva Askara. (foto/ndr).
banner 120x600
Pasang iklan disini ( 468x60 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

BULELENG (terasbalinews.com) – Prospek pariwisata Kabupaten Buleleng pada tahun 2026 diproyeksikan semakin cerah seiring melonjaknya kunjungan kapal pesiar ke Pelabuhan Celukan Bawang. Tren positif ini mulai terlihat sejak akhir 2025, ketika kapal pesiar MV Ovation of the Seas singgah pada Rabu (31/12), sekaligus menjadi kapal kelima yang berkunjung ke Pelabuhan Celukan Bawang sepanjang Desember 2025.

Berdasarkan data rencana kunjungan kapal pesiar tahun 2026, tercatat sebanyak 22 kapal cruise dijadwalkan singgah di Pelabuhan Celukan Bawang dari Januari hingga Desember. Kunjungan perdana pada tahun ini akan diawali oleh MV Celebrity Millennium yang dijadwalkan tiba pada Selasa (13/1/2026).

Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Kabupaten Buleleng, Gede Dody Sukma Oktiva Askara, menyebut tahun 2026 sebagai momentum kebangkitan wisata bahari Buleleng. Ia menilai lonjakan jumlah kunjungan kapal pesiar hampir mencapai dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
“Syukur di tahun 2026 ini sudah ada komitmen dari cruise line untuk 22 kali kedatangan di Pelabuhan Celukan Bawang. Sebagai perbandingan, di tahun 2025 tercatat ada 13 kedatangan. Ini boleh dibilang meningkat hampir dua kali lipat,” ujar Dody, Senin (5/1/2026).

Menurutnya, peningkatan kunjungan tersebut akan memberikan efek ganda yang signifikan bagi perekonomian daerah. Berdasarkan survei Dinas Pariwisata, rata-rata pengeluaran wisatawan kapal pesiar di Buleleng diperkirakan mencapai Rp1 juta per orang. Pengeluaran itu meliputi biaya transportasi, konsumsi, belanja suvenir, hingga tiket masuk daya tarik wisata (DTW).

“Kalau kita ambil contoh kedatangan pada 31 Desember lalu, ada 4.600 penumpang belum termasuk kru. Jika dikalikan estimasi pengeluaran Rp1 juta per orang, berarti ada perputaran uang sekitar Rp4,6 miliar dalam satu kali kedatangan kapal. Ini mendorong pertumbuhan ekonomi kita secara luar biasa,” jelasnya.

Dody menambahkan, manfaat ekonomi tersebut dirasakan oleh berbagai sektor, mulai dari jasa transportasi—baik yang tergabung dalam Aliansi Pengemudi Wisata Celukan Bawang (APWC) maupun non-APWC—restoran, pelaku UMKM dan pengrajin suvenir, hingga peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui retribusi objek wisata. Selain itu, penukaran mata uang asing ke rupiah juga turut berkontribusi terhadap devisa negara.

Untuk mendukung lonjakan kunjungan tersebut, pembenahan infrastruktur di Pelabuhan Celukan Bawang terus dilakukan. Ia menyebut PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) tengah merampungkan pembangunan terminal penumpang yang ditargetkan selesai pada akhir Januari 2026.
“Selain terminal penumpang, tahun 2026 ini juga akan dilanjutkan dengan pavingisasi lahan parkir dan penambahan fasilitas toilet. Ke depannya, kami juga berharap ada penambahan mooring agar kapal dengan panjang lebih dari 250 meter bisa merapat langsung ke dermaga,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Pemerintah Kabupaten Buleleng juga merencanakan revitalisasi kawasan bersejarah Pelabuhan Tua Buleleng pada tahun 2026 guna memperkuat daya tarik wisata berbasis sejarah.
“Yang dicari ke Pelabuhan Tua Buleleng adalah nilai historisnya. Nanti akan ada bangunan yang bercerita sejarah serta perbaikan sarana prasarana, sehingga kawasan ini menjadi lebih menarik,” kata Dody.

Mengakhiri keterangannya, Dody mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari aparat keamanan, pelaku transportasi, hingga masyarakat, untuk terus menjaga keramahan dan kualitas pelayanan.
“Kami harap kerja sama yang baik selama ini terus dikuatkan demi menjaga citra gerbang kedatangan pariwisata kita di Buleleng,” tandasnya. *ndr

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *