BREAKING NEWS
PT. TERAS MEDIA SEJAHTERA (terasbalinews.com). AHU-0012026.AH.01.01.TAHUN 2023.

Tampil di PKB XLVI, Sanggar Waringin Emas Sajikan Tari Janger Klasik Melampahan

whatsapp image 2024 07 03 at 13.58.29
PKB XLVI - Penampilan Sanggar Waringin Emas, Banjar Pesalakan, Desa Pejeng Kangin, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar. (foto/ist)
banner 120x600

DENPASAR (terasbalinews.com). Tari Janger Waringin Emas menampilkan Gending-gending bernafaskan wujud bakti kepada sang Pencipta, menyuarakan cinta kasih sayang sesama dan kerukunan dalam hidup bermasyarakat dan menyayangi alam semesta yang telah memberikan segalanya dalam kehidupan manusia.

Menari sambil membawakan gending-gending Janger, saling bersahutan dengan penuh kegembiraan, cermin remaja yang sedang dalam suasana cinta bertemakan kegiatan kemasyarakatan, spiritual dan mengagumi keindahan alam semesta, kegiatan keseharian dan ajakan untuk selalu hidup damai serta saling menghormati.

Riang gembira ciri khas seni tari janger akan menumbuhkan keterikatan rasa kasih sayang dan saling menghargai sekaligus upaya menanamkan rasa cinta terhadap khasanah kesenian rakyat tradisional. Sebuah simbol suka dan dukanya, kegembiraan masa panen, mewakili nafas spiritual memuja kebesaran Sang Pencipta. Tarian ini dibawakan oleh 14 pasang muda mudi Banjar Pesalakan, Pejeng Kangin , Kabupaten Gianyar.

Sebelum pentas Sanggar Waringin Emas melakukan gladi bersih pementasan Utsawa Janger Klasik berjudul “Tri Lingga Murti” di Jaba Sisi Pura Dalem Prajurit, Banjar Pesalakan, Desa Pejeng Kangin, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Minggu (30/6/2024).

Kelian Adat Banjar Pesalakan Desa Pejeng Kangin, I Wayan Sutama mengatakan, bahwa Janger Klasik ini merupakan kesenian yang telah ada sejak zaman dulu di Bali. Namun, ironisnya sekarang Janger Klasik sangat jarang dimiliki oleh Banjar-Banjar maupun Desa Adat di Bali.

“Kebetulan, disini di Banjar Pesalakan Pejeng Kangin kami sudah satu tahun mendirikan Janger Klasik ini dan adik-adik di STT kami disini rutin belajar, yang akhirnya bisa dipercaya tampil di PKB XLVI tahun 2024 ini,” terangnya.

Menurutnya, Kesenian Janger Klasik ini ditampilkan khusus para remaja dari Banjar Pesalakan, Desa Pejeng Kangin, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar. Tak hanya itu, Kesenian Janger ini diakui sangat klasik yang bertutur dan berpenampilan lebih dominan cerita rakyat tentang kehidupan sehari-hari mereka.

“Jadinya hal ini sangat natural sekali dengan kegiatan masyarakat kita disini. Mungkin ada di bidang pertanian hingga ada lenggak-lenggok tariannya,” kata Perbekel Desa Pejeng Kangin Dewa Gede Putra.

Bahkan, Janger Klasik dianggap memiliki keunikan berciri khas yang dapat dilihat dari segi kostum dan gending-gending khusus yang diberikan oleh Pembina Janger, Ida Ayu Agung Yuliaswathi Manuaba, SH, adalah memang gending-gending janger klasik tempo dulu.

“Gending-gendingnya sangat enak didengarkan dan membuat yang mendengar merasakan kehidupan masan lampau, saat Bali belum seramai sekarang ini. Kental dengan rasa kerakyatan Janger yang tampil dengan durasi kurang lebih 1.5 jam ini semoga mampu menghibur dan menampilkan yang terbaik yang bisa dilakukan oleh generasi muda Pesalakan di ajang bergengsi ini,” ujarnya.

Membawakan 10 buah gending janger klasik dari berbagai komunitas janger di Bali (gending Janger Bali) pementasan janger Klasik di PKB XLVI  ini dibawakan oleh 14 pasang penari janger dan kecak dengan iringan gambelan Semara Pagulingan. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *