BREAKING NEWS
PT. TERAS MEDIA SEJAHTERA (terasbalinews.com). AHU-0012026.AH.01.01.TAHUN 2023.
Pasang iklan disini ( 970x250 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

Tui Blue Berawa Bangun Lifestyle Complex Terpadu, Sasar Wisatawan Muda dan Pasar Domestik

tui blu1.1
General Manager Tui Blue Berawa, Dino Anthonio, bersama District Manager PT Sari Coffee Indonesia (Starbucks Coffee International), Qohiro Fyardo Syafiqo. (foto/red)
banner 120x600
Pasang iklan disini ( 468x60 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

BADUNG (terasbalinews.com). Di tengah dinamika pariwisata Bali, Tui Blue Berawa menghadirkan pendekatan berbeda dengan mengembangkan konsep lifestyle complex yang memadukan akomodasi, aktivitas, hingga kolaborasi dengan brand global dalam satu kawasan terpadu. Berlokasi di jantung pariwisata Canggu–Berawa, tepatnya di Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, konsep ini dirancang untuk menjawab kebutuhan wisatawan muda yang aktif serta pasar domestik yang dinilai stabil sepanjang tahun.

General Manager Tui Blue Berawa, Dino Anthonio, menjelaskan bahwa kawasan ini tidak sekadar menawarkan hotel dan vila, tetapi juga pengalaman gaya hidup yang lengkap. Sejumlah fasilitas pendukung dihadirkan, mulai dari padel court, coffee shop, hingga kolaborasi dengan merek internasional seperti Starbucks, Subway, The RR Chocolate Canggu, serta Holiwing Padel.

“Bukan hanya soal brand, tetapi experience yang ditawarkan. Brand-brand ini punya standar pengalaman yang sangat istimewa, terutama Starbucks dan The RR Chocolate,” ujar Dino saat ditemui di Tui Blue Berawa, Jumat (30/1/2026).

Menurut Dino, kehadiran coffee shop dan fasilitas lifestyle lainnya sangat relevan dengan karakter pasar yang dibidik. Segmen wisatawan muda dinilai membutuhkan ruang beraktivitas, bersosialisasi, sekaligus bekerja secara fleksibel.

“Di sini ada coffee shop yang memang cocok untuk orang-orang muda yang aktif. Itu memang segmen pasar kami,” jelasnya.

Strategi tersebut juga membuka peluang besar untuk menggarap pasar domestik yang tidak terlalu terpengaruh isu musim sepi pariwisata. Dino menilai wisatawan nusantara justru menjadi penopang utama industri pariwisata Bali sepanjang tahun.

“Pasar domestik itu sangat relevan dan stabil. Kami berharap pariwisata nasional terus dijunjung, karena wisatawan domestik juga harus dihargai,” katanya.

Tak hanya menghadirkan konsep terpadu, Tui Blue Berawa juga memberikan nilai tambah bagi tamu melalui berbagai keuntungan eksklusif. Tamu hotel berhak mendapatkan diskon di sejumlah tenant seperti Starbucks dan Subway, serta akan segera menikmati potongan harga di Holiwing Padel.

“Bahkan untuk Atlas, tamu Tui Blue Berawa bisa masuk gratis hanya dengan menunjukkan kartu kamar. Itu sudah termasuk dalam paket,” ungkap Dino.

Pendekatan kolaboratif ini, menurut Dino, berdampak langsung pada kualitas tamu yang menginap. Diferensiasi menjadi kunci agar Tui Blue Berawa mampu bersaing di tengah ketatnya industri perhotelan di Bali.

“Kita harus berbeda dengan hotel lain. Ada nilai tambah yang diharapkan bisa menarik lebih banyak tamu ke Tui Blue,” ujarnya.

Untuk periode Januari 2026, tingkat okupansi Tui Blue Berawa tercatat stabil di kisaran 33–34 persen. Capaian ini dinilai mematahkan anggapan bahwa Bali sedang mengalami kelesuan wisata, terlebih properti tersebut memiliki dua produk dengan segmen pasar berbeda.

“Market hotel didominasi wisatawan mancanegara, terutama Eropa. Sementara vila lebih banyak diisi keluarga domestik dari Surabaya dan Jakarta. Mereka tidak terlalu terpengaruh isu Bali sepi, tetap traveling,” jelas Dino.

Selain fokus pada pengembangan lifestyle, Tui Blue Berawa juga menerapkan prinsip pariwisata berkelanjutan melalui pengelolaan lingkungan berbasis ekonomi sirkular. Sejak beberapa bulan terakhir, manajemen mengoperasikan mesin pengolah sampah organik menjadi kompos dengan kapasitas 100 kilogram per proses selama sekitar tujuh jam.

Dalam 90 hari terakhir, sebanyak 4.500 kilogram sampah organik berhasil diolah menjadi sekitar 500 kilogram kompos.

“Kompos ini sedang kami uji di laboratorium untuk memastikan kualitasnya. Jika memenuhi standar, akan didistribusikan kepada pihak yang membutuhkan. Di situlah konsep ekonomi sirkular berjalan,” tambah Dino.

Sementara itu, District Manager PT Sari Coffee Indonesia (Starbucks Coffee International), Qohiro Fyardo Syafiqo, menyampaikan bahwa gerai Starbucks District 10 Canggu Berawa merupakan gerai ke-38 Starbucks di Bali. Ia menyambut positif kolaborasi dengan Tui Blue Berawa yang dinilai sejalan dengan komitmen pelayanan kelas dunia.

“Kami sangat bersemangat bekerja sama dengan Tui Blue Berawa dan The Luc. Ini selaras dengan janji Starbucks, yakni menghadirkan kopi terbaik dunia dengan momen koneksi bagi pelanggan,” kata Qohiro.

Menurutnya, lokasi Starbucks di kawasan Tui Blue Berawa menawarkan pengalaman baru bagi pelanggan, termasuk program coffee class bagi tamu hotel untuk mengenal kopi lebih dalam.

“Kami ingin memastikan coffee house kami menjadi tempat yang nyaman untuk beraktivitas, dengan standar kualitas dan layanan yang terjaga setiap hari,” pungkas Qohiro. (yak)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *