BREAKING NEWS
PT. TERAS MEDIA SEJAHTERA (terasbalinews.com). AHU-0012026.AH.01.01.TAHUN 2023.
Pasang iklan disini ( 970x250 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

Jalur Denpasar – Gilimanuk Jebol, Satlantas dan Dishub Buleleng Alihkan Truk via Amlapura

36f6a41ed05646e1a64eba9ef941a27d
Kasatlantas Polres Buleleng, AKP Bachtiar Arifin, bersama Kepala Dinas Perhubungan Buleleng, Gede Gunawan AP, memberikan keterangan kepada media terkait pengalihan arus lalu lintas imbas jalan jebol di Bajera, Tabanan, Selasa (8/7/2025). (foto/ist).
banner 120x600
Pasang iklan disini ( 468x60 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

BULELENG (terasbalinews.com) – Lonjakan kendaraan berat di jalur Singaraja-Denpasar melalui Gitgit memaksa aparat kepolisian dan Dinas Perhubungan (Dishub) Buleleng mengambil tindakan cepat. Jalan amblas di Bajera, Tabanan, memicu perpindahan arus lalu lintas, membuat kendaraan besar sumbu tiga ke atas diarahkan ke rute alternatif melalui Amlapura.

Kasatlantas Polres Buleleng, AKP Bachtiar Arifin, menyoroti potensi bahaya jika kendaraan berat tetap memaksa melintasi jalur Gitgit. Menurutnya, kondisi geografis rute tersebut tidak mendukung untuk dilalui kendaraan besar.

“Menyikapi adanya jalan yang jebol di wilayah Bajera, Tabanan, tentunya akan ada peningkatan arus lalu lintas kendaraan sumbu tiga ke atas yang melintas di wilayah jalur Buleleng,” jelas AKP Bachtiar Arifin, Selasa (8/7/2025).

 

Sebagai alternatif, kendaraan dari arah barat seperti Gilimanuk yang hendak menuju Denpasar, kini diarahkan ke jalur Singaraja-Amlapura, yang dinilai lebih aman karena medannya lebih landai dan minim tikungan tajam.

Kepala Dinas Perhubungan Buleleng, Gede Gunawan AP, menyatakan pihaknya bersama Satlantas telah menurunkan petugas dan menyediakan rambu petunjuk sementara di titik rawan, guna menghindari kebingungan pengguna jalan.

 “Kami dengan Sat Lantas sudah menerjunkan personel di titik-titik yang kita anggap rawan dan tidak ada petunjuk. Oleh sebab itu, kami sudah membuat petunjuk-petunjuk portabel agar bisa di-atensi oleh para sopir,” jelasnya.

 

Dishub juga memberikan imbauan tambahan kepada para pengemudi truk agar merencanakan perjalanan dengan matang. Salah satu sarannya adalah melakukan perjalanan malam hari untuk menghindari kepadatan.

“Kalau memungkinkan, berangkatnya malam. Kami juga merekomendasikan tempat untuk penghentian sementara seperti di Terminal Barang, Terminal Banyuasri, dan Terminal Sangket agar tidak memperparah kemacetan arus lalu lintas,” tambah Gunawan.

 

Ia juga memperingatkan para sopir agar tidak sepenuhnya mengandalkan aplikasi navigasi saat musim hujan, mengingat potensi bencana alam seperti longsor.

“Jangan mempercayai 100% Google Maps. Sekarang musim hujan, apalagi di Munduk itu bisa terjadi longsor. Rekomendasi utama kami adalah kepada para petugas. Tolong ikuti arahan petugas di lapangan demi keselamatan, keamanan, dan kelancaran bersama,” tegasnya. Ndra

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *