WhatsApp +62 819-3301-0005
BULELENG (terasbalinews.com) – Polres Buleleng ikut mendorong penguatan ketahanan pangan melalui gerakan penanaman bawang putih serentak. Di Kabupaten Buleleng, penanaman dilakukan di lahan seluas sekitar 25 are di Subak Paitan, Desa Pakisan, Kecamatan Kubutambahan, Rabu (19/8/2026).
Program tersebut menjadi bagian dari gerakan penanaman bawang putih yang digelar serentak di 17 provinsi. Langkah ini dilakukan di tengah tingginya ketergantungan Indonesia terhadap bawang putih impor yang mencapai sekitar 90–95 persen.
Kapolres Buleleng AKBP Ruzi Gusman mengatakan keterlibatan kepolisian merupakan bentuk dukungan terhadap program swasembada pangan, khususnya komoditas bawang putih.
“Kita mendukung swasembada pangan, khususnya untuk komoditas bawang putih,” ujar Ruzi.
Lahan yang digunakan merupakan milik Made Sukrawan. Sebanyak 200 kilogram bibit bawang putih varietas Lumbu Hijau ditanam pada lahan tersebut dengan menggunakan pupuk dasar NPK Mutiara.
Bawang putih diperkirakan dapat dipanen dalam waktu sekitar tiga bulan. Dari lahan seluas 25 are, hasil produksi diproyeksikan mencapai 2 hingga 3 ton.
Ruzi menyebut penanaman tersebut masih menjadi tahap awal. Polres Buleleng tengah menjajaki perluasan lahan melalui kerja sama dengan sejumlah pihak, termasuk Pemerintah Kabupaten Buleleng.
“Untuk tahap awal luasnya 25 are dan kami masih mencari lahan lain untuk dikembangkan dengan bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Pemkab,” jelasnya.
Gerakan penanaman ini dilaksanakan bersamaan dengan agenda nasional yang dipusatkan di Sembalun, Lombok Timur, NTB. Dalam agenda tersebut juga digelar panen raya bawang putih dan ground breaking pembangunan gudang ketahanan pangan Polri.
Kebutuhan bawang putih nasional saat ini diperkirakan mencapai sekitar 600.000 ton per tahun. Sementara produksi dalam negeri baru berkisar 34.000–40.000 ton per tahun, sehingga sebagian besar kebutuhan masih dipenuhi melalui impor.
Di Buleleng, kegiatan penanaman menjadi bentuk kolaborasi antara Polres Buleleng, Pemkab Buleleng, Subak Paitan, dan pemilik lahan. Selain mendukung ketersediaan pangan, pengembangan bawang putih diharapkan mampu memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.
“Harapannya stok bawang putih selalu tersedia, bisa memenuhi kebutuhan bawang putih di Buleleng dan tentunya dapat meningkatkan perekonomian,” ungkap Ruzi.
Polres Buleleng berharap penanaman perdana tersebut dapat dikembangkan ke lahan potensial lainnya sehingga produksi bawang putih lokal semakin meningkat. *ndr














