BULELENG (terasbalinews.com) – Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMAN 1 Singaraja telah rampung sesuai dengan pedoman MPLS Ramah yang digariskan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Selama sepekan kegiatan, sekolah fokus memperkuat budaya positif dan menciptakan suasana yang aman dan mendukung bagi siswa baru.
Kepala SMAN 1 Singaraja, Sri Astiti, menjelaskan bahwa MPLS bukan sekadar mengenalkan lingkungan sekolah, namun merupakan titik awal untuk membentuk karakter dan membangun hubungan yang sehat antara siswa dan seluruh warga sekolah.
“MPLS bukan hanya ajang pengenalan lingkungan sekolah, tetapi juga momen awal untuk menanamkan nilai-nilai kebajikan, mengenalkan visi dan budaya sekolah, serta membangun relasi yang sehat antara murid dengan seluruh warga satuan pendidikan. Ini sebuah awal momentum yang baik untuk anak-anak kita,” tegasnya.
Sri Astiti menekankan bahwa konsep MPLS Ramah mengedepankan penghormatan terhadap hak anak, pendidikan yang inklusif, serta suasana belajar yang menyenangkan.
“Setiap kegiatan dirancang mendukung tumbuh kembang peserta didik secara positif, tanpa tekanan, kekerasan, atau perlakuan merendahkan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa kegiatan selama MPLS harus memberikan pengalaman belajar yang bermakna dan membahagiakan bagi peserta didik baru.
“Setiap sekolah diminta mengedepankan prinsip inklusif, saling menghargai, dan penuh empati selama MPLS. Panitia juga dilarang memberikan tugas yang tidak mendidik, bersifat merendahkan, atau membebani secara fisik maupun mental. MPLS diharapkan menjadi pengalaman awal yang menyenangkan dan bermakna bagi peserta didik baru,” lanjutnya.
Sebagai langkah pengawasan, SMAN 1 Singaraja melibatkan guru-guru senior dalam pelaksanaan MPLS guna memastikan kegiatan berjalan sesuai dengan prinsip yang telah ditetapkan, serta meminimalkan potensi pelanggaran. (ndra)














