BULELENG (terasbalinews.com) – Keluhan terhadap pelayanan kesehatan di wilayah Buleleng kembali mencuat setelah seorang warga Gerokgak menyampaikan pengalaman tidak mengenakkan saat berkunjung ke Puskesmas Gerokgak 1. Melalui akun Facebook Kaka Bento, ia mengunggah cerita yang menyoroti sikap petugas Poli Gigi yang dinilai tidak ramah dan terkesan mengabaikan pasien.
Dalam unggahannya, Kaka Bento mengisahkan bahwa ia datang pada Senin (17/11/2025) sekitar pukul 09.00 WITA untuk melakukan verifikasi pendaftaran online melalui aplikasi JKN. Usai proses verifikasi, ia langsung menuju ruang Poli Gigi. Namun, saat mengetuk dan memberi salam, respons yang diterimanya dinilai tidak sopan.
Menurutnya, petugas di dalam ruangan menjawab tanpa menoleh, hanya berkata, “Perawatnya lagi di luar, tunggu aja di luar,” sambil tetap fokus pada laptop.
Kaka Bento menyebut sikap tersebut tidak pantas ditunjukkan oleh tenaga pelayanan publik.
“Sebagai pasien, saya merasa diabaikan dan tidak dihargai, seolah-olah keberadaan saya tidak penting,” tulisnya.
Ia juga mengaku menunggu lebih dari satu jam tanpa ada kabar. Kondisi ini, katanya, perlu menjadi bahan evaluasi agar pelayanan kesehatan benar-benar mengedepankan empati dan keramahan.
Ketika dikonfirmasi, Kepala Puskesmas Gerokgak 1, dr. Nobela, memberikan penjelasan berbeda. Ia mengatakan bahwa pasien sebenarnya sudah dipanggil beberapa kali, namun tidak ada respons sehingga petugas melanjutkan pelayanan ke pasien berikutnya.
“Begitu pasien habis, perawat izin ke kamar mandi. Kemudian pasien datang ke ruangan poli gigi. Pada saat itu petugas sudah menoleh dan mempersilahkan untuk menunggu sebentar menunggu perawat datang,” ujar dr. Nobela.
Ia menambahkan bahwa pasien kemudian meminta rujukan melalui loket, namun dokter gigi tidak dapat membuat rujukan tanpa memeriksa terlebih dahulu.
“Bagaimana bisa membuat rujukan karena belum melihat pasien,” jelasnya.
Meski demikian, dr. Nobela mengakui bahwa kesalahpahaman bisa terjadi, terutama saat pasien datang dalam kondisi sakit. Ia berjanji meningkatkan mutu pelayanan ke depannya.
Namun, versi itu kembali dibantah oleh Kaka Bento. Ia mengungkap bahwa petugas menyampaikan perawat sedang berada di Desa Patas dan tidak jelas kapan kembali.
“Saya hampir satu jam di sana tidak ada pasien dan tidak ada yang manggil. Makanya saya pulang karena saya juga kerja. Kalau seperti ini terus bagaimana mau bagus pelayanannya. Sudah salah masih dibela,” tegasnya.
Perbedaan keterangan antara pasien dan pihak puskesmas ini menjadi sorotan publik, memunculkan harapan agar pelayanan kesehatan di wilayah Buleleng bisa semakin membaik. *ndr















