BREAKING NEWS
PT. TERAS MEDIA SEJAHTERA (terasbalinews.com). AHU-0012026.AH.01.01.TAHUN 2023.
Pasang iklan disini ( 970x250 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

FSO Cinta Natomas Purna Tugas: Kapal Legendaris Penjaga Pasokan Energi Nasional Resmi Masuki Akhir Operasi

img 20251031 wa0067
Kapal FSO Cinta Natomas. (foto/ndr).
banner 120x600
Pasang iklan disini ( 468x60 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

BULELENG (terasbalinews.com) — Salah satu aset strategis yang pernah menjadi bagian penting dalam mata rantai distribusi energi nasional, FSO Cinta Natomas, kini resmi memasuki masa purna tugas setelah lebih dari lima dekade mengabdi. Dibangun pada tahun 1972, Floating Storage and Offloading (FSO) tersebut telah menjadi saksi perjalanan industri migas Indonesia sekaligus berperan dalam menopang ketahanan energi nasional.

Dalam rekam jejak operasionalnya, FSO Cinta Natomas memiliki kapasitas penyimpanan lebih dari satu juta barrel bahan baku minyak mentah. Sejak tahun 2006, kapal ini ditempatkan di terminal khusus Tuban Marine Service, Jawa Timur. Selama masa tugasnya, kapal ini menampung pasokan minyak dari berbagai sumber strategis, mulai dari CPA Mudi (Pertamina EP Sukowati Field), minyak Pertamina EP Cepu Field, Tiung Biru, Banyu Urip, hingga Lapindo Brantas.

Namun, seiring usia yang terus menua, performa FSO Cinta Natomas mulai mengalami penurunan setelah tahun 2017. Berbagai upaya pemeliharaan sempat dilakukan untuk mengembalikan kemampuan operasional kapal tersebut.

“Namun hasil assessment mengharuskan FSO Cinta Natomas pensiun. Dan pada 2018 kami mendapatkan izin dari negara, dalam hal ini SKK Migas, KSOP Celukan Bawang, dan PT Pelindo, untuk memindahkan labuh FSO Cinta Natomas menuju Pelabuhan Celukan Bawang hingga kini,”
jelas Chandra Sunaryo, Manager HSSE Operations Zona 11, Selasa (25/11/2025).

Selama lebih dari 12 tahun bertugas di perairan Tuban, kapal ini berperan sebagai penyangga kebutuhan energi nasional dengan menjaga kontinuitas suplai minyak mentah untuk dikirim ke kilang pengolahan BBM.

Proses Akhir: Pembersihan dan Pengembalian Aset Negara

Memasuki masa purna tugas, FSO Cinta Natomas kini menjalani tahapan administratif melalui Formulir Usulan Pelepasan dan/atau Penghapusan Aset (FUPP). Tahapan ini menjadi bagian dari kewajiban sebelum aset dikembalikan secara resmi kepada negara.

Salah satu bagian terpenting adalah memastikan kapal dalam keadaan aman, bersih, dan bebas residu minyak sebelum diserahterimakan.

“Kami memastikan tidak ada lagi oil sludge maupun residu yang tertinggal, termasuk melalui proses pembersihan pada 12 kompartemen tangki. Kapal dibuat miring sebagai bagian dari proses mengumpulkan sisa residu sehingga dapat diproses,”
terang Kapten Agus Mulyanto, Asst. Manager Offshore Terminal PT Pertamina EP Sukowati Field.

Ia menambahkan bahwa tim juga menggunakan metode water treatment agar seluruh sisa cairan dalam tangki memenuhi baku mutu air laut sebelum dibuang.

Masih Berkontribusi: PNBP Tetap Mengalir Walaupun Tidak Beroperasi

Meski telah berhenti beroperasi sejak dipindahkan ke Celukan Bawang tahun 2018, FSO Cinta Natomas ternyata masih memberikan kontribusi finansial bagi negara.

Staf KSOP Celukan Bawang, I Nyoman Purna, menyampaikan bahwa status kapal yang kini berada dalam masa lay-up tetap menjadi sumber Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

“Dampaknya untuk negara masih dirasakan dan pihak Pertamina EP sangat kooperatif,” ujarnya.

Kontribusi ini menjadi bukti bahwa aset negara dapat tetap produktif meski tidak lagi berfungsi operasional. *ndr

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *