BULELENG (terasbalinews.com) – Warga Desa Pemaron, Kecamatan Buleleng, mendapat layanan pemeriksaan kesehatan gratis dalam rangkaian penyaluran program Corporate Social Responsibility (CSR) PT PLN Indonesia Power UBP Bali Unit PLTGU Pemaron, Rabu (30/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Balai Dinas Dangin Margi, Desa Pemaron, tersebut tidak hanya menghadirkan layanan kesehatan bagi masyarakat. PLN Indonesia Power juga menyerahkan bantuan CSR 2026 kepada Pemerintah Desa Dinas Pemaron dan Desa Adat Pemaron.
Penyaluran bantuan ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung kebutuhan masyarakat di sekitar wilayah operasional PLTGU Pemaron.
Manajer Unit Gilimanuk Pemaron, Yusna Prambudi, hadir bersama jajaran PT PLN Indonesia Power UBP Bali Unit PLTGU Pemaron. Bantuan diterima Kepala Desa atau Perbekel Pemaron I Putu Mertayasa dan Kelian Desa Adat Pemaron I Made Pater.
Yusna mengatakan, penyusunan program CSR tahun 2026 dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan yang disampaikan masing-masing desa. Program tersebut mencakup sejumlah bidang, mulai dari pendidikan, kesehatan, infrastruktur, kebersihan lingkungan, ekonomi, sosial, hingga adat dan budaya.
“Bersama Pemerintah Desa Dinas Pemaron, program CSR diarahkan untuk mendukung berbagai kegiatan, antara lain pendidikan, Posyandu, perbaikan infrastruktur jalan, pengelolaan kebersihan lingkungan, penguatan ekonomi melalui Koperasi Merah Putih, serta bantuan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan,” jelas Yusna.
Menurut Yusna, penyaluran bantuan tidak semestinya hanya berhenti pada seremoni. Program yang diberikan diharapkan benar-benar dapat dimanfaatkan masyarakat sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Sementara itu, dukungan bagi Desa Adat Pemaron diarahkan untuk menjaga keberlangsungan kegiatan adat dan budaya. Salah satunya melalui pemberdayaan Lembaga Adat Sarati Banten serta pelestarian seni Sekaa Gong.
Dukungan tersebut mencakup penyediaan sarana, pembinaan, pelatihan, hingga kegiatan yang dapat membantu masyarakat adat mempertahankan tradisi dan kesenian yang diwariskan antargenerasi.
Yusna menegaskan, komunikasi dengan pemerintah desa dan masyarakat menjadi salah satu kunci dalam menentukan arah program CSR. Sebab, kebutuhan masyarakat dapat berubah sehingga perusahaan perlu memperoleh masukan secara langsung dari lingkungan sekitar.
“Kami berharap komunikasi yang selama ini sudah berjalan dapat terus dilanjutkan dan ditingkatkan. Kolaborasi dan sinergi yang baik akan mendukung agar program yang dilaksanakan semakin sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan memberikan manfaat yang berkelanjutan,” ucap Yusna.
Ia mengatakan keterlibatan pemerintah desa dan masyarakat tidak hanya diperlukan saat program dilaksanakan. Interaksi tersebut juga menjadi sarana bagi perusahaan untuk memahami kondisi serta kebutuhan warga secara lebih dekat.
PLN Indonesia Power berharap program CSR dapat terus berkembang sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat, khususnya warga yang berada di sekitar wilayah operasional PLTGU Pemaron.
“Keberadaan pembangkit listrik di tengah masyarakat tidak hanya berkaitan dengan tugas menjaga pasokan listrik di Bali. Hubungan yang baik dengan masyarakat sekitar juga menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan operasional perusahaan,” tandas Yusna. *ndr














