BREAKING NEWS
PT. TERAS MEDIA SEJAHTERA (terasbalinews.com). AHU-0012026.AH.01.01.TAHUN 2023.
Pasang iklan disini ( 970x250 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

Dari Sekolah untuk Pangan Daerah, Program Ketahanan Pangan Digencarkan di Buleleng

whatsapp image 2026 01 12 at 14.03.48
Pelajar dari sejumlah sekolah di Singaraja mengikuti kegiatan penanaman bibit dalam Program Ketahanan Pangan Berbasis Sekolah yang digagas Yayasan Swatantra Pangan Nusantara (YSPN) bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Buleleng, Senin (12/1/2026). (foto/ist).
banner 120x600
Pasang iklan disini ( 468x60 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

BULELENG (terasbalinews.com) – Upaya membangun ketahanan pangan jangka panjang mulai digerakkan dari bangku sekolah di Kabupaten Buleleng. Melalui Program Ketahanan Pangan Berbasis Sekolah, Yayasan Swatantra Pangan Nusantara (YSPN) menggandeng Pemerintah Kabupaten Buleleng untuk menanamkan kesadaran dan budaya menanam kepada generasi muda sejak dini.

Program ini resmi berjalan pada Senin (12/1) dengan menyasar empat sekolah di wilayah Singaraja, yakni SD Negeri 3 Banjar Jawa, SMP Negeri 1 Singaraja, SMA Negeri 1 Singaraja, dan SMK Negeri 3 Singaraja.

Peluncuran program tersebut mendapat dukungan penuh dari Pemkab Buleleng. Sekretaris Daerah Kabupaten Buleleng, Gede Suyasa, hadir langsung mewakili Bupati Buleleng bersama Asisten I Sekda serta sejumlah pimpinan OPD terkait.

Dalam sambutannya, Gede Suyasa menekankan bahwa program ketahanan pangan tidak boleh berhenti pada seremoni penanaman saja, melainkan harus berkelanjutan hingga tahap perawatan dan pemanfaatan hasil.

“Sering kali program ketahanan pangan hanya berhenti pada kegiatan menanam, tanpa dilanjutkan dengan perawatan. Padahal, keberlanjutan bibit dan proses pemeliharaan adalah kunci agar program ini benar-benar memberi manfaat,” tegasnya.

Ia menilai sekolah memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan daerah. Selain sebagai pusat pendidikan, sekolah juga menjadi ruang pembentukan karakter dan kebiasaan positif, termasuk kepedulian terhadap lingkungan dan budaya menanam.

Dalam kegiatan tersebut, YSPN menyerahkan ribuan bibit cabai dan terong, pupuk, serta bantuan sembako kepada siswa kurang mampu sebagai bagian dari kepedulian sosial.

Sementara itu, Pembina YSPN, Akmal Malik, menjelaskan bahwa YSPN merupakan lembaga independen yang mendapat dukungan lintas kementerian, di antaranya Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Pertanian, serta bermitra dengan pemerintah daerah.

Untuk wilayah Bali, Kabupaten Buleleng dipilih sebagai lokasi strategis. Sebelumnya, program serupa telah diterapkan di beberapa provinsi seperti Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, Jawa Tengah, dan Riau.

Akmal Malik menyoroti bahwa pembangunan sektor pertanian selama ini masih bertumpu pada infrastruktur dan sarana produksi, sementara pembangunan etos dan budaya menanam belum menjadi perhatian utama.

“Kunci kemandirian pangan ada pada etos dan budayanya. Bali dikenal sebagai daerah tujuan wisata karena budayanya. Selama ini budaya seni yang ditonjolkan, ke depan kita ingin mendorong budaya menanam. Dampaknya sangat besar terhadap kemandirian pangan,” ujarnya.

Ia juga menyinggung kebutuhan besar bahan pangan untuk mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG), seperti telur dan sayuran, yang hingga kini belum sepenuhnya mampu dipenuhi oleh produksi lokal.

Karena itu, sekolah dipandang bukan hanya sebagai pusat edukasi, tetapi juga berpotensi menjadi sentra produksi pangan skala kecil yang berkelanjutan. YSPN pun berkomitmen melakukan pendampingan jangka panjang dengan melibatkan organisasi petani serta generasi muda.

“Buleleng memiliki spirit yang kuat dan telah melahirkan banyak tokoh hebat. Kami berharap program ini menjadi pemicu lahirnya inovasi dan budaya menanam yang bisa diadopsi secara luas,” pungkasnya. *ndr

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *