BULELENG (terasbalinews.com) – Gerakan kemanusiaan dilakukan oleh Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Buleleng dengan menerjunkan puluhan anggota pramuka untuk membantu warga yang terdampak banjir bandang di Kecamatan Banjar. Melalui kegiatan Karya Bakti Pramuka, para relawan fokus membersihkan sisa material banjir yang masih menutup sejumlah fasilitas umum dan permukiman warga.
Kegiatan sosial tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua Bidang Pengabdian Masyarakat, Bela Negara, dan Lingkungan Hidup Kwarcab Buleleng I Putu Kariaman Putra, didampingi Wakil Ketua Bidang Pengelolaan Anggota Dewasa Made Tingkat.
Dalam kegiatan ini, Kwarcab Buleleng juga melibatkan relawan Pramuka Peduli dari Kwartir Ranting Seririt yang turut bergabung dalam proses pembersihan. Para anggota pramuka bersama unsur terkait bahu-membahu mengangkat lumpur, batang kayu, dan berbagai material yang terbawa arus banjir ke lingkungan permukiman.
“Para anggota pramuka tersebut bekerja sama dengan berbagai unsur terkait untuk mengevakuasi lumpur serta kayu-kayu besar yang terbawa arus banjir bandang ke pemukiman warga,” jelas Kariaman, Senin (9/3/2026).
Salah satu lokasi yang menjadi fokus kegiatan adalah SD Negeri 5 Banjar, yang sempat terendam lumpur akibat banjir. Selain area sekolah, pembersihan juga dilakukan di sejumlah rumah warga yang berada di sekitar Tukad Mendaum, yang masih tertutup endapan lumpur.
Menurut Kariaman, keterlibatan pramuka di lokasi bencana merupakan bentuk kepedulian sekaligus respons cepat organisasi dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana di Kabupaten Buleleng. Upaya pembersihan difokuskan pada pembukaan akses publik agar aktivitas warga dapat kembali berjalan normal.
Sementara itu, Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Buleleng Gede Suyasa menegaskan bahwa Gerakan Pramuka memiliki komitmen untuk selalu hadir membantu masyarakat yang sedang mengalami kesulitan.
“Gerakan Pramuka harus selalu hadir dan menjadi solusi di tengah kesulitan masyarakat. Aksi Karya Bakti di Desa Banjar ini menjadi bukti bahwa pendidikan karakter dalam kepramukaan mencetak generasi yang peka terhadap lingkungan serta memiliki jiwa pengabdian tinggi tanpa pamrih,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan proses pemulihan lingkungan dan fasilitas umum pascabencana dapat berlangsung lebih cepat, sehingga kehidupan masyarakat di wilayah terdampak dapat segera kembali normal. *ndr














