BREAKING NEWS
PT. TERAS MEDIA SEJAHTERA (terasbalinews.com). AHU-0012026.AH.01.01.TAHUN 2023.
Pasang iklan disini ( 970x250 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

Tradisi Lokal Warnai Puncak Hari Kartini di Buleleng

whatsapp image 2026 04 23 at 16.01.06
Bupati Buleleng bersama TP PKK, GOW, dan DWP menghadiri puncak peringatan Hari Kartini 2026 yang dirangkaikan dengan pelestarian budaya lokal di Rumah Jabatan Bupati Buleleng, Kamis (23/4). (foto/ist).
banner 120x600
Pasang iklan disini ( 468x60 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

BULELENG (terasbalinews.com) – Puncak peringatan Hari Kartini tahun 2026 di Kabupaten Buleleng berlangsung meriah dengan balutan budaya lokal. Beragam lomba tradisional seperti nyuun sokasi dan melelunakan digelar di Rumah Jabatan Bupati Buleleng, Kamis (23/4), melibatkan unsur pemerintah daerah dan organisasi perempuan.

Kegiatan diawali dengan ramah tamah dan sambutan, dilanjutkan lomba yang menonjolkan kearifan lokal Bali. Selain itu, I Nyoman Sutjidra bersama jajaran juga menyerahkan bantuan sembako kepada 49 pekerja harian lepas di lingkungan Pemkab Buleleng.

Dalam sambutannya, Sutjidra menegaskan bahwa semangat emansipasi perempuan harus terus dihidupkan melalui momentum Hari Kartini.

“Semoga kegiatan ini mampu menginspirasi perempuan di Buleleng,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran perempuan dalam keluarga dan masyarakat.

“Mari jaga semangat kebersamaan dan jadikan momentum Hari Kartini sebagai penguat peran perempuan di berbagai bidang,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua TP-PKK Buleleng, Ny. Wardhani Sutjidra, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan hasil sinergi TP-PKK, GOW, dan DWP. Sebelum puncak acara, berbagai kegiatan sosial seperti aksi bersih pantai dan bakti sosial juga telah dilaksanakan.

“Pada hari ini juga kami melaksanakan bakti sosial dengan memberikan sembako kepada 49 pekerja,” ujarnya.

Ia menambahkan, lomba nyuun sokasi dan melelunakan tidak hanya untuk memeriahkan acara, tetapi juga sebagai upaya melestarikan budaya serta mempererat kebersamaan antarorganisasi perempuan.

“Jangan pernah melupakan jasa Raden Ajeng Kartini, karena tanpa beliau perempuan tidak akan memiliki kebebasan seperti sekarang,” tutupnya. *ndr

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *