BULELENG (terasbalinews.com) – Pemerintah Kabupaten Buleleng memastikan seluruh persiapan Lovina Festival 2026 telah selesai. Festival yang menjadi bagian dari Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026 ini akan berlangsung selama lima hari, 24–28 Juli 2026, dengan mengusung tema “Theatre of Dolphins” serta menargetkan sekitar 25 ribu kunjungan wisatawan.
Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, mengatakan seluruh aspek penyelenggaraan telah siap. Panitia bersama berbagai komunitas tinggal menuntaskan penataan lokasi agar setiap rangkaian acara dapat berlangsung sesuai rencana.
“Dari kesiapan, hari ini sudah 100 persen. Semua sudah siap dan kami meminta panitia bersama komunitas menyelesaikan penataan venue agar seluruh rangkaian Lovina Festival berjalan lancar,” ujar Sutjidra usai mengikuti upacara pecaruan dan melaspas di kawasan pedestrian Pantai Lovina, Kamis (23/7/2026).
Festival yang memasuki penyelenggaraan ke-12 ini tampil dengan konsep yang lebih besar. Melalui tema “Theatre of Dolphins”, Lovina diposisikan sebagai panggung alami tempat lumba-lumba hidup selaras dengan masyarakat, budaya, serta kearifan lokal. Tema tersebut sekaligus menjadi ajakan untuk menjaga kelestarian ekosistem laut yang menjadi ikon wisata Bali Utara.
Selain mempromosikan destinasi wisata, festival ini juga diproyeksikan memberi dampak ekonomi yang signifikan. Berkaca pada penyelenggaraan tahun 2025, Lovina Festival berhasil menarik lebih dari 20 ribu pengunjung, mencatat transaksi ekonomi sekitar Rp600 juta, dan meningkatkan tingkat okupansi hotel rata-rata hingga 82 persen, bahkan sejumlah hotel dilaporkan penuh selama festival berlangsung.
Bupati Sutjidra menilai tren positif itu semakin terlihat setelah penataan kawasan Lovina dan Titik Nol Singaraja selesai dilakukan. Menurutnya, banyak wisatawan, khususnya mancanegara, kini memilih memperpanjang masa tinggal mereka di Bali Utara karena merasa lebih nyaman menikmati kawasan yang telah direvitalisasi.

“Respon wisatawan sangat bagus. Ada yang awalnya berencana check-out lebih awal, tapi memilih menambah durasi tinggal hingga lima hari atau seminggu setelah melihat kenyamanan kawasan Lovina yang baru ini,” ungkapnya.
Ia menambahkan, peningkatan aktivitas wisata turut berdampak terhadap sektor perhotelan. Sebagian besar hotel di kawasan Lovina hingga Pemuteran disebut telah full booked hingga akhir Juli. Kondisi tersebut ikut mendorong peningkatan penerimaan daerah dari sektor Pajak Hotel dan Restoran (PHR).
“Capaian PHR kita cukup tinggi. Dari target 50 persen, saat ini kita sudah menyentuh angka 60 persen. Ini sebuah lompatan yang menggembirakan bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) kita,” sambung Sutjidra.
Pemerintah Kabupaten Buleleng juga telah menyiapkan pengembangan tahap kedua kawasan Lovina. Program lanjutan itu meliputi pembangunan lanskap, ruang terbuka hijau, area bermain anak, fasilitas olahraga, ruang santai, hingga pujasera yang akan menjadi pusat promosi kuliner dan produk UMKM lokal.
“Tahap kedua nanti akan mencakup penataan lanskap, ruang terbuka untuk anak-anak, ruang olahraga, hingga tempat santai. Selain itu, kami juga pembangunan pujasera sebagai wadah bagi UMKM lokal di Buleleng untuk menjajakan produk kuliner mereka,” kata Sutjidra.
Sementara itu, Penanggung Jawab Lovina Festival 2026, Putu Ayu Reika Nurhaeni, menjelaskan penambahan durasi festival dari empat menjadi lima hari bertujuan meningkatkan lama tinggal wisatawan sehingga manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat menjadi lebih besar.
“Tema ini merupakan konsep yang menggambarkan panggung megah alam Lovina, tempat lumba-lumba hidup bebas berdampingan dengan masyarakat, budaya, dan kearifan lokal,” jelas Reika.
Pelaksanaan festival akan dibagi di dua lokasi. Kawasan Tasikmadu menjadi pusat kegiatan pada 24–26 Juli dengan fokus menyasar wisatawan mancanegara, sedangkan Pantai Binaria menjadi lokasi penyelenggaraan pada 26–28 Juli yang lebih ditujukan bagi wisatawan domestik.
Selama lima hari, pengunjung akan disuguhkan beragam atraksi, mulai dari pertunjukan seni tradisional dan modern, lomba sapi gerumbungan, lomba perahu layar mini yang diikuti 1.230 peserta, Lovina Cross Country, Gerakan Gemar Makan Ikan, bedah buku “Bunga Rampai Anak Agung Panji Tisna, Pendiri Lovina”, diskusi ekonomi kreatif, hingga pameran UMKM.
Reika menyebut, festival tahun ini melibatkan 250 seniman, 82 pelaku UMKM, serta 44 komunitas yang akan memeriahkan seluruh rangkaian kegiatan.
Daya tarik festival juga diperkuat oleh beragam destinasi unggulan di Bali Utara, seperti Pantai Lovina, Pantai Happy, Pantai Penimbangan, Air Terjun Gitgit, Air Terjun Aling-Aling, Danau Buyan, Danau Tamblingan, Wanagiri, Brahma Vihara Arama, Air Panas Banjar, Handara Gate, kawasan wisata Krisna Group, Taman Nasional Menjangan, Gili Putih Sumberkima, hingga Desa Wisata Pemuteran dengan kawasan Biorock.
Momentum penyelenggaraan tahun ini semakin istimewa dengan rampungnya revitalisasi kawasan Tugu Singa Ambara Raja di pusat Kota Singaraja yang kini menjadi salah satu daya tarik baru bagi wisatawan. Kesuksesan Lovina Festival 2026 juga didukung kolaborasi pemerintah kabupaten/kota se-Bali, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Kementerian Pariwisata RI, InJourney Airports, komunitas pariwisata, pelaku usaha, dan masyarakat.
“Sinergi ini diharapkan semakin memperkokoh posisi Lovina Festival sebagai salah satu agenda unggulan pariwisata nasional sekaligus penggerak ekonomi Bali Utara,” tandasnya. *ndr














