BREAKING NEWS
PT. TERAS MEDIA SEJAHTERA (terasbalinews.com). AHU-0012026.AH.01.01.TAHUN 2023.
Pasang iklan disini ( 970x250 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

Respons Cepat Pemerintah, Kuota Sapi Bali Ditambah untuk Penuhi Permintaan Kurban

kresnabudi
Wakil Ketua DPRD Bali IGK Kresna Budi. (foto/ist).
banner 120x600
Pasang iklan disini ( 468x60 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

BULELENG (terasbalinews.com) – Pemerintah merespons cepat keluhan peternak dan pelaku usaha terkait terbatasnya kuota pengiriman sapi Bali ke luar daerah. Melalui koordinasi antara DPRD Bali dan Pemerintah Provinsi Bali, kuota pengiriman yang sebelumnya telah habis kini ditambah sebanyak 3.500 ekor guna mengantisipasi tingginya permintaan pasar menjelang Hari Raya Idul Adha, khususnya di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Wakil Ketua DPRD Bali, IGK Kresna Budi, menjelaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan hasil komunikasi intensif dengan Gubernur Bali sebagai respons atas aspirasi para pelaku usaha yang terdampak keterbatasan kuota.

“Menanggapi keluhan sebagian pengirim sapi dengan habisnya kuota, patut disadari dan dipahami bahwa pemerintah juga ikut prihatin atas masalah ini. Makanya saya sebagai anggota Dewan juga berkomunikasi dengan Gubernur. Astungkara, Apa yang menjadi masukan kita diterima dengan baik oleh Gubernur kemarin,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).

Ia menegaskan, penambahan kuota ini tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan hewan kurban, tetapi juga sebagai wujud menjaga keharmonisan antarumat beragama.

“Biar bagaimanapun juga, namanya hari raya, ini adalah bentuk kita tetap menjaga kerukunan antar umat beragama, ya harus didukung juga. Makanya kuota sapi kiriman dalam rangka Idul Adha ini bisa berjalan dengan bagus,” imbuhnya.

Di sisi lain, kebijakan ini juga dinilai membawa dampak positif bagi perekonomian peternak lokal. Dengan meningkatnya permintaan, harga sapi Bali diperkirakan akan kembali stabil dan lebih menguntungkan.

“Di samping itu juga, harga sapi di Bali kan menjadi lebih berharga atau bernilai. Selama ini keluhan kan sedikit sekali ada pengiriman. Di saat momentum untuk mendapatkan harga yang baik, tapi kuota terbatas. Untuk itulah dari hasil diskusi saya sama Gubernur, kuota sapi ditambah lagi 3.500 ekor,” jelasnya.

Pemerintah juga memastikan pengawasan distribusi akan terus dilakukan hingga perayaan Idul Adha berakhir, guna menjaga ketersediaan stok di daerah tujuan.

“Kita tetap berjaga-jaga sampai Hari Raya Idul Adha ini berakhir. Jadi stok untuk hewan kurban jadinya kan lebih aman lah di daerah Jakarta dan sekitarnya,” tandasnya.

Sebelumnya, keterbatasan kuota pengiriman menjadi keluhan utama para peternak dan pengusaha di tengah tingginya permintaan pasar. Meski kuota pengiriman sapi Bali pada tahun 2026 telah meningkat menjadi 50.000 ekor dari sebelumnya sekitar 40.000 ekor, jumlah tersebut dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan.

Salah satu pedagang sapi asal Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak, Made Taro, mengungkapkan permintaan datang dari berbagai daerah seperti Jakarta, Depok, Bekasi, Banten, Solo, Yogyakarta, Bogor hingga Banjarmasin.

“Kami berharap akan ada penambahan kuota pengiriman sapi mengingat permintaan masih tinggi. Dan dalam momen ini hanya beberapa hari ada lonjakan permintaan dan kemungkinan masih terus akan ada peningkatan hingga menjelang hari raya (Idul Adha),” ujarnya. *ndr

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *