BREAKING NEWS
PT. TERAS MEDIA SEJAHTERA (terasbalinews.com). AHU-0012026.AH.01.01.TAHUN 2023.
Pasang iklan disini ( 970x250 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

KSP Ngardi Rahayu Bali Resmikan Kantor Kas Kutuh, Aset Tembus Rp107 Miliar dan Bangun Ekosistem Ekonomi Kerakyatan

(Ki-Ka) General Manager KSP Ngardi Rahayu Bali, I Putu Candra Satryastina; Ketua KSP Ngardi Rahayu Bali, I Made Suana; Direktur Utama PT Satya Ngardi Rahayu (Sangayu) sekaligus Sekretaris KSP Ngardi Rahayu Bali, I Made Warmana. (foto/ist)
banner 120x600
Pasang iklan disini ( 468x60 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

BADUNG (terasbalinews.com). Berawal dari sebuah pertemuan sederhana di sebuah warung kecil di kawasan Kuta Selatan, semangat membangun koperasi yang mampu memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat kini berkembang menjadi sebuah kekuatan ekonomi kerakyatan.

Perjalanan panjang itu ditandai dengan peresmian Kantor Kas Kutuh Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Ngardi Rahayu Bali di Desa Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Minggu (14/6/2026).

Peresmian tersebut dilakukan oleh Kepala Dinas Koperasi, Perdagangan dan UKM Kabupaten Badung yang diwakili Ni Luh Komang Sri Artini, melalui pemotongan pita usai pelaksanaan upacara Mlaspas. Kegiatan itu turut dihadiri Ketua KSP Ngardi Rahayu Bali I Made Suana, General Manager KSP Ngardi Rahayu Bali I Putu Candra Satryastina, SPd.H., M.Pd., Direktur Utama PT Satya Ngardi Rahayu (Sangayu) I Made Warmana, serta jajaran pengurus, pengawas, penasehat, tokoh masyarakat dan perangkat Desa Kutuh.

Ketua KSP Ngardi Rahayu Bali, I Made Suana, mengungkapkan keberadaan kantor kas di Desa Kutuh merupakan buah dari proses panjang yang sebelumnya tidak pernah direncanakan secara khusus.

Menurutnya, koperasi tersebut bermula dari gagasan sejumlah pihak yang memiliki kepedulian terhadap pengembangan ekonomi masyarakat melalui wadah koperasi.

“Awalnya ada sesuatu yang memang dari kami ini harapan untuk terus bertumbuh dan berkembang selalu ada dalam benak kami selaku pengelola, pengurus, dan seluruh stakeholder koperasi,” ujar Made Suana.

Seiring perjalanan waktu, pihaknya melihat Desa Kutuh memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai salah satu pusat aktivitas ekonomi. Dari sinilah muncul gagasan untuk menghadirkan Kantor Kas Kutuh sebagai bagian dari strategi memperluas pelayanan kepada anggota dan masyarakat.

“Dari yang awalnya hanya sepintas dipikirkan, akhirnya kami harus hadir di Desa Kutuh. Kami mulai bergerak, melakukan komunikasi dengan pemilik lahan dan bangunan, hingga akhirnya hari ini bisa terwujud,” katanya.

Menurut Made Suana, keberhasilan tersebut tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk pemilik gedung, pemilik lahan, serta kekompakan internal koperasi.

Ia menegaskan koperasi bukan hanya berbicara mengenai persaingan usaha, melainkan bagaimana membangun kebersamaan, kolaborasi, dan sinergi untuk menciptakan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Dalam pengelolaan koperasi sesungguhnya bukan soal berkompetisi. Yang paling penting adalah membangun semangat kebersamaan, berkolaborasi, dan bersinergi,” tegasnya.

Sementara itu, General Manager KSP Ngardi Rahayu Bali, I Putu Candra Satryastina, menyampaikan perkembangan koperasi menunjukkan pertumbuhan yang signifikan.

Saat ini, aset KSP Ngardi Rahayu Bali telah mencapai sekitar Rp107 miliar. Angka tersebut meningkat pesat dibandingkan kondisi sebelumnya yang pada 2021 masih berada di kisaran Rp17 miliar.

Tidak hanya dari sisi aset, koperasi juga berhasil memperbaiki kualitas pengelolaan. Salah satunya terlihat dari penurunan rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) yang sebelumnya mencapai 43 persen, kini mampu ditekan menjadi sekitar 0,1 persen dalam kurun waktu lima tahun.

“Ini bukan hanya kerja saya sendiri, pengurus, atau pengawas. Ini adalah kerja sama seluruh elemen dan lapisan anggota KSP Ngardi Rahayu Bali,” kata Candra.

Ia berharap capaian tersebut dapat menjadi contoh bagi koperasi lainnya di Bali bahwa koperasi mampu tumbuh menjadi lembaga ekonomi yang profesional dan modern.

Menurutnya, sesuai dengan nama “Ngardi Rahayu” yang berarti membawa kesejahteraan, koperasi memiliki visi untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat di mana pun berada.

“Ke depan, kami ingin koperasi menjadi sebuah ekosistem kekuatan nyata ekonomi kerakyatan,” ujarnya.

Candra menjelaskan, KSP Ngardi Rahayu Bali pada awalnya hanya berbasis lingkungan Banjar Penyarikan dengan jumlah anggota sekitar 500 orang.

Namun, setelah membuka diri kepada masyarakat umum, jumlah anggota terus berkembang hingga mencapai 2.353 orang.

Perkembangan tersebut mendorong koperasi untuk memperluas model bisnis. Tidak hanya bergerak pada sektor simpan pinjam, tetapi juga membangun ekosistem usaha melalui anak perusahaan, yakni PT Satya Ngardi Rahayu (Sangayu).

“Koperasi tidak hanya bergerak di simpan pinjam. Walaupun ada batasan regulasi, masih ada peluang lain yang bisa dikembangkan melalui anak perusahaan,” jelasnya.

Melalui konsep tersebut, KSP Ngardi Rahayu Bali ingin membuktikan bahwa koperasi mampu naik kelas dan tidak lagi dipandang sebagai lembaga ekonomi tradisional.

Di tengah perkembangan koperasi dan lembaga keuangan lainnya di Desa Kutuh, KSP Ngardi Rahayu Bali melihat pentingnya membangun kolaborasi.

Menurut Candra, setiap koperasi memiliki segmen dan ruang pengembangan masing-masing. Karena itu, keberadaan berbagai lembaga ekonomi seharusnya saling melengkapi.

“Kita tidak melihat sebagai kompetisi, tetapi bagaimana mengisi ruang yang belum tergarap. Ada segmen yang bisa kita kolaborasikan,” katanya.

Ia menyebut kebutuhan pembiayaan masyarakat sangat luas, mulai dari skala kecil hingga usaha bernilai miliaran rupiah.

Salah satu inovasi yang dikembangkan KSP Ngardi Rahayu Bali adalah produk “Sanga Plus atau Simpanan Anggota Plus”.

Produk tersebut dikolaborasikan dengan program perlindungan dari BPJS Ketenagakerjaan sehingga anggota mendapatkan manfaat tambahan berupa santunan kematian.

Melalui ekosistem PT Sangayu, santunan tersebut dapat terhubung dengan layanan kebutuhan upacara yadnya ketika anggota mengalami musibah.

“Kalau ada warga meninggal dunia, santunan dari BPJS Ketenagakerjaan bisa digunakan dan kami siapkan kebutuhan yadnya hingga selesai,” jelas Candra.

Menurutnya, inovasi tersebut hadir karena banyak masyarakat belum memiliki dana darurat untuk menghadapi situasi tidak terduga.

Direktur Utama PT Satya Ngardi Rahayu (Sangayu) sekaligus Sekretaris KSP Ngardi Rahayu Bali, I Made Warmana, menambahkan bahwa pembentukan PT Sangayu menjadi bagian dari strategi memperluas manfaat ekonomi bagi anggota.

PT Sangayu kini bergerak di beberapa sektor, salah satunya penyediaan piranti upacara yadnya. Selain itu, perusahaan tersebut juga menjalin kerja sama dengan Perumda Pasar dan Pangan Mangu Giri Sedana Badung dalam distribusi beras dan kebutuhan pokok.

Menurut Made Warmana, kolaborasi tersebut tetap mengedepankan keberadaan UMKM lokal.

“Kami tidak akan mematikan UMKM yang ada. Justru kami ingin berkolaborasi membantu UMKM mendapatkan harga yang lebih baik demi kesejahteraan anggota,” ujarnya.

Ia berharap konsep tersebut mampu mewujudkan cita-cita besar menuju “Panca Kerta”, mulai dari kesejahteraan individu, anggota, desa, negara hingga lingkungan.

Dengan hadirnya Kantor Kas Kutuh, KSP Ngardi Rahayu Bali menegaskan komitmennya untuk terus memperluas peran koperasi sebagai penggerak ekonomi masyarakat. Bagi koperasi ini, keberhasilan bukan hanya diukur dari besarnya aset, tetapi dari sejauh mana keberadaan koperasi mampu menghadirkan manfaat nyata bagi anggota dan lingkungan sekitar. (yak)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *