BULELENG (terasbalinews.com) – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Buleleng terus mengintensifkan pembinaan kehidupan beragama sebagai langkah menjaga keharmonisan masyarakat di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi dan menguatnya kecenderungan ego kelompok. Kerukunan umat beragama dinilai menjadi fondasi penting dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buleleng, I Gede Sumarawan, mengatakan keberagaman merupakan anugerah sekaligus kenyataan yang harus diterima sebagai kekuatan bersama. Karena itu, perbedaan tidak boleh dijadikan alasan untuk saling mempertentangkan, melainkan harus menjadi ruang untuk saling melengkapi.
“Agama adalah fondasi atau benteng yang harus dikedepankan, terutama di tengah kemajuan teknologi dan informasi yang sangat cepat saat ini. Kami melalui jajaran penyuluh lintas agama senantiasa memberikan bimbingan untuk menjaga kualitas kehidupan beragama tersebut,” ujar Sumarawan, Selasa (4/8/2026).
Ia menjelaskan, Kementerian Agama memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas kehidupan beragama, memperkuat pendidikan keagamaan, sekaligus mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik. Melalui para penyuluh lintas agama, pembinaan terus dilakukan agar nilai-nilai moderasi beragama semakin tertanam dalam kehidupan masyarakat.
Untuk menggambarkan pentingnya menjaga kerukunan, Sumarawan mengibaratkannya seperti sebuah rumah yang membutuhkan perawatan secara berkelanjutan.
“Sama seperti memiliki rumah yang bagus, jika tidak dijaga dan dirawat, maka rumah itu akan menjadi kotor dan tidak terawat. Begitu juga dengan kerukunan; ia harus senantiasa dijaga dan dirawat agar tetap harmonis,” jelasnya.
Menurutnya, Indonesia memang ditakdirkan memiliki keberagaman suku, budaya, dan agama. Kondisi tersebut semestinya menjadi modal untuk memperkuat persatuan, bukan sebaliknya.
“Kita di Indonesia ditakdirkan untuk berbeda. Mari kita jadikan perbedaan ini untuk saling melengkapi, bukan saling menjatuhkan. Dengan saling melengkapi, kerukunan akan menjadi lebih kuat,” tambahnya.
Sumarawan menilai kehidupan antarumat beragama di Kabupaten Buleleng hingga kini tetap berjalan kondusif. Kondisi tersebut, kata dia, tidak lepas dari tingginya kesadaran masyarakat dalam menjaga toleransi serta peran aktif penyuluh lintas agama yang secara konsisten memberikan pembinaan dan edukasi.
Ia menegaskan, kerukunan merupakan modal utama dalam menghadapi berbagai tantangan sosial, termasuk dampak perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi yang berpotensi memecah belah masyarakat jika tidak disikapi dengan bijak.
“Kerukunan adalah harga mati bagi kita yang hidup dalam perbedaan. Jika kita rukun, kita akan merasa damai dan bahagia. Segala gangguan, tantangan, dan ancaman akan lebih mudah diatasi jika kita bersatu dalam kerukunan,” tandasnya. *ndr














