BADUNG (terasbalinews.com). PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Bali Selatan meningkatkan kapasitas listrik Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Mengwitani, Kabupaten Badung, dari 131 kVA menjadi 1.110 kVA guna mendukung optimalisasi pengolahan sampah di fasilitas tersebut.
Manager PLN UP3 Bali Selatan Alexander J. Manuhuwa di Badung, Kamis (27/8/2026) mengatakan peningkatan daya dilakukan untuk memenuhi kebutuhan listrik seiring meningkatnya aktivitas pengolahan sampah di TPST Mengwitani.
“PLN siap mendukung kebutuhan listrik TPST Mengwitani agar operasional dan pengembangan fasilitas pengolahan sampah dapat berjalan optimal,” katanya.
TPST Mengwitani saat ini menangani lebih dari 120 ton sampah per hari dengan kapasitas pemilahan sekitar 90 ton per hari. Proses pemilahan dilakukan menggunakan sistem hybrid yang memadukan tenaga manusia dan mesin conveyor.
Sampah yang telah dipilah kemudian diolah menjadi sejumlah produk bernilai guna, di antaranya Refuse Derived Fuel (RDF) dan kompos.
Salah satu fasilitas yang mendapat dukungan kelistrikan adalah mesin pengolahan sampah organik RA-X bantuan Pemerintah Kota Toyama, Jepang. Mesin tersebut mampu mengolah sekitar 40 hingga 70 ton sampah organik per hari, seperti sisa makanan dan buah, menjadi kompos.
Kompos hasil pengolahan selanjutnya dimanfaatkan dan dibagikan kepada masyarakat Kabupaten Badung.
Alexander mengatakan PLN juga siap menindaklanjuti rencana penambahan kapasitas listrik TPST Mengwitani dari 1,11 MVA menjadi 3,45 MVA sesuai ketentuan dan kesiapan teknis sistem.
“Kami melihat pengelolaan sampah merupakan aktivitas produktif yang memberikan manfaat langsung bagi lingkungan dan masyarakat. PLN akan terus memastikan kebutuhan listriknya dapat dilayani secara andal,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung Made Rai Warastuthi mengapresiasi dukungan PLN terhadap operasional TPST Mengwitani.
“Dengan dukungan kelistrikan yang memadai, kami dapat mengoptimalkan fasilitas yang ada sekaligus mempersiapkan pengembangan kapasitas pengelolaan sampah ke depan,” katanya.
Peningkatan kapasitas listrik tersebut mendukung berbagai proses di TPST Mengwitani, mulai dari pemilahan sampah, pengolahan sampah organik menjadi kompos, hingga produksi RDF.
PLN menyatakan dukungan kelistrikan itu menjadi bagian dari upaya menyediakan layanan listrik yang andal sekaligus mendukung kegiatan produktif yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. (red)














