BULELENG (terasbalinews.com) – Satria Muda menggagalkan kemenangan Sukla Bali FC setelah memaksakan hasil imbang 1-1 dalam lanjutan Grup B Bupati Cup 2026. Pada pertandingan lain, Putra Devata tampil dominan dengan melibas Tunas Harapan empat gol tanpa balas di Stadion Mayor Metra, Senin (12/10/2026).
Sukla Bali FC sebenarnya berpeluang mengamankan tiga poin setelah membuka keunggulan pada menit ke-13 melalui Ida Bagus Komang Adi. Tim asal Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak, itu mampu mempertahankan keunggulan hingga memasuki babak kedua.
Namun, Satria Muda mengubah jalannya pertandingan melalui tendangan bebas Komang Pasek pada menit ke-78. Gol tersebut memaksa Sukla Bali FC kehilangan keunggulan dan membuat skor bertahan 1-1 sampai wasit Amir Husain meniup peluit panjang.
Pelatih Satria Muda, Komang Budiartana, menilai perubahan strategi pada babak kedua menjadi faktor penting bagi timnya untuk menghindari kekalahan.
”Sungguh menguntungkan bagi tim kami dalam pertandingan ini, meskipun kalah materi, tetapi strategi di babak kedua membuahkan hasil,” kata Komang Budiartana.
Di kubu Sukla Bali FC, hasil imbang tersebut menjadi bahan evaluasi. Persoalan stamina di lini tengah serta cedera sejumlah pemain disebut memengaruhi permainan dan memberi ruang bagi lawan untuk menyamakan kedudukan.
Pelatih Sukla Bali FC, I Gede Ari Suandiana, menyayangkan timnya gagal mempertahankan keunggulan hingga pertandingan berakhir.
”Seharusnya bisa 3 poin, tapi karena kurang konsentrasi, lalu ada foul, hingga jadikan skor 1-1,” ujarnya.
Sementara itu, Putra Devata menunjukkan ketajamannya saat menghadapi Tunas Harapan. Juara Liga 1 Askab PSSI Buleleng 2025 tersebut menundukkan juara Liga 2 dengan skor meyakinkan 4-0.
Putra Devata langsung menekan sejak awal pertandingan. Wahyu Adi Pratama mencetak dua gol beruntun pada menit ke-2 dan ke-3. Keunggulan kemudian bertambah melalui Gede Putrawan pada menit ke-7, sebelum I Gede Edi Suartama menutup pesta gol pada menit ke-66.
Pelatih Putra Devata, Gede Suryatama, mengakui timnya masih menghadapi tantangan dalam menyesuaikan pola permainan pemain yang sebelumnya terbiasa bermain futsal ke sepak bola.
”Kesulitan kami perubahan mindset pemain dari futsal ke sepak bola. Tapi kami bersyukur dengan hasil ini,” ujarnya.
Kemenangan telak tersebut membawa Putra Devata untuk sementara menempati puncak klasemen Grup B. Sukla Bali FC berada di posisi kedua, disusul Satria Muda, sedangkan Tunas Harapan menempati posisi terbawah.
Hasil pertandingan ini membuat persaingan Grup B Bupati Cup 2026 semakin menarik. Putra Devata mengantongi modal besar lewat kemenangan telak, sementara Sukla Bali FC harus membenahi konsentrasi dan menjaga kebugaran pemain agar kehilangan poin serupa tidak kembali terulang. *ndr














