BULELENG (terasbalinews.com) – Bantuan sosial senilai Rp118 miliar untuk Kabupaten Buleleng menjadi salah satu poin penting dalam agenda penyerapan aspirasi yang dilakukan Komisi VIII DPR RI bersama sejumlah mitra kerja di Kantor Bupati Buleleng, Jumat (9/10/2026). Anggota DPR RI asal Bali, Ketut Kariyasa Adnyana, menyatakan komitmennya untuk mengawal aspirasi daerah agar dukungan pemerintah pusat dapat menyentuh kebutuhan masyarakat.
Kunjungan tersebut diterima Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Buleleng, Putu Ariadi Pribadi, S.STP., M.A.P. Pertemuan membahas berbagai persoalan yang menjadi lingkup pengawasan Komisi VIII DPR RI, mulai dari bidang keagamaan, haji dan umrah, jaminan produk halal, bantuan sosial, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, hingga penanggulangan bencana.
Ketua Komisi VIII DPR RI H. Singgih Januratmoko, S.K.H., M.M., mengatakan pertemuan tersebut menjadi sarana bagi pemerintah daerah untuk menyampaikan persoalan yang membutuhkan perhatian kementerian dan lembaga di tingkat pusat.
Sejumlah aspirasi telah diterima. Beberapa di antaranya juga mendapat tanggapan langsung dari instansi terkait untuk ditindaklanjuti.
“Harapan kami, berbagai persoalan yang dihadapi daerah, khususnya di Bali dan Kabupaten Buleleng, dapat segera diselesaikan. Melalui komunikasi dan koordinasi ini, persoalan-persoalan tersebut bisa dibawa ke pemerintah pusat dan kementerian terkait untuk dibahas bersama, sehingga solusi konkret dapat segera diwujudkan,” ungkapnya.
Singgih menegaskan, penyerapan aspirasi tidak boleh berhenti sebatas forum pertemuan. Komisi VIII DPR RI akan melanjutkan komunikasi dengan kementerian dan lembaga terkait agar persoalan yang disampaikan daerah memperoleh penanganan sesuai kewenangannya.
“Kami akan terus mengawal setiap aspirasi dan persoalan yang disampaikan agar tidak berhenti sebatas pembahasan dalam pertemuan ini yang dalam hal ini lewat saudara Ketut Kariasa. Kami juga akan melakukan koordinasi dan komunikasi dengan kementerian maupun lembaga terkait, sehingga setiap permasalahan dapat ditindaklanjuti dan dicarikan solusi konkret sesuai kewenangan masing-masing,” tegasnya.
Kariyasa Fokus Kawal Bansos dan Mitigasi Bencana
Anggota Komisi VIII DPR RI dari Daerah Pemilihan Bali, Ketut Kariyasa Adnyana, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menyerap aspirasi daerah sekaligus menjalankan fungsi pengawasan terhadap program kementerian dan lembaga yang menjadi mitra komisi.
Menurut Kariyasa, sejumlah usulan yang disampaikan dalam pertemuan tersebut mencakup penanganan bencana, sistem peringatan dini atau early warning system, serta penguatan mitigasi bencana. Seluruh masukan itu akan menjadi bahan untuk memperjuangkan dukungan pemerintah pusat bagi Buleleng.
“Pertemuan ini merupakan bagian dari upaya kami untuk menyerap aspirasi dari seluruh mitra kerja Komisi VIII DPR RI. Berbagai persoalan dan usulan yang disampaikan, termasuk terkait penanganan kebencanaan, sistem peringatan dini atau early warning, serta mitigasi bencana, menjadi catatan penting yang akan kami kawal untuk ditindaklanjuti,” ungkapnya.

Kariyasa menjelaskan, dukungan anggaran untuk penanganan bencana akan mempertimbangkan tingkat kedaruratan dan kebutuhan di lapangan. Untuk kondisi darurat, tersedia mekanisme penggunaan dana siap pakai sesuai ketentuan. Sementara itu, kebutuhan yang masih dapat direncanakan akan diperjuangkan melalui program dan penganggaran tahun berikutnya.
“Jika persoalannya sangat darurat, terdapat mekanisme dana siap pakai yang dapat digunakan sesuai ketentuan. Namun, untuk kebutuhan yang masih bisa direncanakan dan menjadi prioritas ke depan, tentu akan kami perjuangkan agar dapat masuk dalam program dan penganggaran tahun berikutnya,” jelasnya.
Ia menambahkan, komunikasi dengan kementerian, lembaga, serta pihak terkait akan terus dilakukan untuk memastikan berbagai usulan daerah dapat diproses sesuai kebutuhan dan skala prioritas.
Dalam kesempatan tersebut, Kariyasa juga menyampaikan penyaluran bantuan sosial dengan total nilai Rp118 miliar untuk Buleleng. Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat melalui program yang sesuai dengan sasaran dan ketentuan yang berlaku.
“Kami berkomitmen untuk terus mengawal setiap aspirasi yang disampaikan agar dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat tentunya dengan skala prioritas yang paling urgen terlebih dahulu yang mana diperlukan. yang mana dalam kesempatan kali ini kami serahkan total Rp118 Miliar untuk Buleleng,” pungkasnya.
Penyaluran bantuan tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah pusat bagi Buleleng. Namun, tindak lanjut atas berbagai aspirasi yang disampaikan tetap membutuhkan koordinasi lintas instansi agar program dan bantuan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara tepat sasaran. *ndr














