BULELENG (terasbalinews.com) – Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng mencatat 167 kasus baru HIV sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Dari temuan tersebut, kelompok usia 20–29 tahun menjadi penyumbang kasus terbanyak, sementara delapan kasus ditemukan pada remaja usia 15–19 tahun.
Data tersebut merupakan hasil surveilans HIV/AIDS Dinas Kesehatan Buleleng yang ditarik pada 8 September 2026. Kepala Dinas Kesehatan Buleleng, dr. Sucipto, menyampaikan data tersebut pada Selasa (6/10/2026).
Dari 167 kasus baru, sebanyak 58 kasus ditemukan pada kelompok usia 20–29 tahun. Berikutnya usia 40–49 tahun dengan 36 kasus, usia 30–39 tahun sebanyak 33 kasus, dan kelompok usia 50–59 tahun sebanyak 24 kasus.
Kasus juga ditemukan pada kelompok usia yang lebih muda. Sebanyak delapan kasus tercatat pada usia 15–19 tahun. Kemudian usia 60 tahun ke atas sebanyak lima kasus, usia 1–4 tahun dua kasus, serta usia 5–14 tahun satu kasus.
Meski angka tersebut masih cukup besar, jumlah kasus baru hingga Agustus 2026 tercatat lebih rendah dibandingkan total temuan sepanjang 2025. Pada tahun lalu, Dinas Kesehatan Buleleng mencatat 231 kasus baru.
“Dari 167 temuan kasus baru tersebut, kelompok usia 20–29 tahun menjadi yang terbanyak dengan 58 kasus. Selanjutnya, kelompok usia 40–49 tahun sebanyak 36 kasus, usia 30–39 tahun 33 kasus, dan usia 50–59 tahun sebanyak 24 kasus,” ungkap dr. Sucipto, Selasa (6/10/2026).
Hubungan Heteroseksual Mendominasi
Jika dilihat berdasarkan faktor risiko penularan, hubungan heteroseksual menjadi faktor yang paling banyak ditemukan. Dari 167 kasus baru, sebanyak 126 kasus atau sekitar 75,4 persen masuk dalam kategori tersebut.
Selanjutnya, terdapat 20 kasus pada kategori homoseksual, 16 kasus kategori lainnya, empat kasus biseksual, serta satu kasus penularan perinatal.
Menariknya, dalam data surveilans hingga Agustus 2026 tidak tercatat kasus baru yang berasal dari penggunaan narkoba suntik atau injecting drug user (IDU) maupun faktor tato.
“Dari aspek faktor risiko, penularan melalui hubungan heteroseksual mendominasi temuan kasus baru. Tercatat sebanyak 126 kasus atau sekitar 75,4 persen. Kemudian homoseksual sebanyak 20 kasus, kategori lainnya 16 kasus, biseksual empat kasus, dan penularan perinatal satu kasus,” imbuhnya.
Berdasarkan jenis kelamin, laki-laki masih menjadi kelompok dengan jumlah kasus lebih tinggi. Dari total 167 kasus baru, sebanyak 106 kasus merupakan laki-laki, sedangkan 61 kasus ditemukan pada perempuan.
“Berdasarkan jenis kelamin, kasus baru HIV lebih banyak ditemukan pada laki-laki. Dari total 167 kasus, sebanyak 106 kasus merupakan laki-laki, sedangkan perempuan tercatat 61 kasus,” ucap Sucipto.
1.633 ODHIV Jalani Pengobatan ARV
Di sisi penanganan, Dinas Kesehatan Buleleng mencatat 1.633 orang dengan HIV (ODHIV) telah menjalani pengobatan antiretroviral (ARV) hingga Agustus 2026.
Angka tersebut menjadi bagian dari indikator penanganan HIV dalam kerangka target 95-95-95. Dari estimasi 2.613 ODHIV di Buleleng, sebanyak 2.029 orang atau 78 persen tercatat hidup dan mengetahui status HIV mereka.
Dari kelompok tersebut, 1.633 orang atau 80 persen tercatat mengetahui status HIV dan sedang mendapatkan pengobatan ARV.
Tidak berhenti pada pemberian obat, pemantauan juga dilakukan melalui pemeriksaan viral load. Sebanyak 788 ODHIV telah menjalani pemeriksaan tersebut. Dari jumlah itu, 720 orang tercatat memiliki viral load yang tersupresi.
“Dari ODHIV yang menjalani pengobatan ARV tersebut, sebanyak 788 orang telah menjalani pemeriksaan viral load. Sementara 720 orang tercatat memiliki viral load yang tersupresi. Kondisi ini menjadi bagian penting dalam upaya pengendalian HIV karena pengobatan tidak hanya diarahkan agar ODHIV mendapatkan ARV, tetapi juga mencapai kondisi virus yang tersupresi,” sambungnya.
205 ODHIV Meninggal hingga Agustus
Selain penemuan kasus dan pengobatan, angka kematian juga menjadi bagian dari evaluasi program HIV/AIDS di Buleleng.
Hingga Agustus 2026, Dinas Kesehatan Buleleng mencatat sebanyak 205 ODHIV meninggal dunia.
“Hingga Agustus 2026 terdapat tiga angka penting dalam gambaran penanganan HIV di Buleleng, yakni 167 temuan kasus baru sejak Januari, 1.633 ODHIV yang menjalani pengobatan ARV, serta 205 orang yang tercatat meninggal dunia,” tandasnya. *ndr



