BREAKING NEWS
PT. TERAS MEDIA SEJAHTERA (terasbalinews.com). AHU-0012026.AH.01.01.TAHUN 2023.
Pasang iklan disini ( 970x250 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

Masuk 125 Event KEN 2026, Taman Ayun Barong Festival Jadi Strategi Dispar Badung Tarik Wisatawan ke Wilayah Tengah dan Utara

Taman Ayun Barong Festival Regeneration dan Superstar Tahun 2026. (foto/ist)
banner 120x600
Pasang iklan disini ( 468x60 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

BADUNG (terasbalinews.com). Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Badung terus berupaya memperluas daya tarik pariwisata hingga ke wilayah Badung Tengah dan Utara. Salah satu langkah yang dilakukan yakni melalui penyelenggaraan Taman Ayun Barong Festival Regeneration dan Superstar Tahun 2026 yang masuk dalam 125 event terpilih Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata RI.

Festival yang berlangsung selama dua hari, 6-7 November 2026, di kawasan Daya Tarik Wisata (DTW) Pura Taman Ayun, Mengwi, ini menjadi salah satu upaya untuk memperkenalkan potensi wisata budaya sekaligus mendorong pemerataan kunjungan wisatawan di Kabupaten Badung.

“Ini merupakan kegiatan yang ke-9, yang sudah kita lakukan dari tahun 2016. Sebelumnya kegiatan ini diinisiasi oleh DTW Taman Ayun sendiri bekerja sama dengan Penglingsir Puri Mengwi. Namun, di tahun ini kegiatan sudah dilaksanakan oleh kami dari Dinas Pariwisata Kabupaten Badung bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata melalui Karisma Event Nusantara (KEN),” ujar Kepala Dispar Badung, Anak Agung Putri Mas Agung, Sabtu (7/11/2026).

Ia menjelaskan, terpilihnya festival tersebut dalam 125 event KEN 2026 menjadi peluang untuk meningkatkan promosi destinasi wisata budaya di Kabupaten Badung.

“Melalui penyelenggaraan event berskala nasional, kami berharap semakin banyak wisatawan yang tertarik mengunjungi kawasan Taman Ayun dan destinasi wisata lainnya di wilayah Badung Tengah dan Utara”,katanya.

Menurutnya, pengembangan pariwisata Badung tidak hanya berfokus pada kawasan selatan yang selama ini dikenal sebagai pusat akomodasi dan aktivitas wisata. Dispar Badung juga berupaya mengoptimalkan potensi wilayah tengah dan utara melalui penyelenggaraan berbagai event serta pengembangan desa wisata.

“Mungkin untuk akomodasi kita sudah sediakan di Badung Selatan, namun untuk event-event kita upayakan untuk dilaksanakan di wilayah Badung Tengah dan Utara, termasuk juga di dalamnya adalah desa wisata,” jelas Putri Mas Agung.

Selain pertunjukan seni Barong, penyelenggaraan tahun ini juga melibatkan pelaku UMKM serta menghadirkan exhibition. Sejumlah Konsul Jenderal dari negara sahabat, di antaranya Australia, Rusia, Tiongkok, dan India, turut diundang untuk menyaksikan festival tersebut.

Keterlibatan berbagai pihak ini diharapkan dapat memperluas promosi pariwisata Badung, termasuk menjangkau pasar wisatawan mancanegara. Putri Mas Agung menyebut pihaknya juga berencana mengembangkan festival dengan skala lebih besar pada tahun mendatang, termasuk menghadirkan workshop budaya yang melibatkan wisatawan secara langsung.

“Harapannya tahun depan kegiatan ini bisa kita laksanakan dengan skala yang lebih besar dan tentunya banyak melibatkan wisatawan, terutama wisatawan mancanegara. Mungkin salah satunya kita akan ada workshop yang melibatkan kegiatan dengan para wisatawan. Kita ingin kegiatan ini selain sebagai pelestarian budaya, juga dalam rangka mewujudkan pariwisata Badung yang berkualitas,” imbuhnya.

Dispar Badung juga berencana memperkuat pengembangan kegiatan berbasis desa wisata dengan melibatkan perusahaan dan pelaku industri pariwisata.

“Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkenalkan potensi lokal, meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat, serta menciptakan pilihan pengalaman wisata yang lebih beragam bagi pengunjung”,ucap Putri Mas Agung.

Masuknya Taman Ayun Barong Festival dalam program KEN 2026 mendapat apresiasi dari Tim Asisten Deputi Event Daerah Kementerian Pariwisata RI, Theresia Ria. Ia menilai festival tersebut memiliki daya tarik karena mengangkat kekayaan budaya Bali yang menjadi salah satu keunggulan pariwisata Indonesia.

“Saya mengucapkan apresiasi kepada penyelenggara Taman Ayun Barong Festival karena tahun ini telah masuk ke salah satu program Kementerian Pariwisata, yaitu Karisma Event Nusantara (KEN). Untuk festivalnya sendiri sangat menarik karena festival ini mengangkat budaya Bali yang kita banggakan,” ungkapnya.

Ia berharap penyelenggaraan festival ini dapat memberikan dampak terhadap peningkatan kunjungan wisatawan ke Kabupaten Badung, baik wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Kementerian Pariwisata berharap festival ini dapat menarik kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara,” tambah Theresia.

Di balik upaya pengembangan pariwisata, Taman Ayun Barong Festival juga membawa misi pelestarian warisan budaya Bali. Ida Cokorda Mengwi XIII mengatakan festival ini menjadi wadah untuk menjaga keberlangsungan seni pertunjukan Barong sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Bali kepada masyarakat luas.

Pura Taman Ayun dan seni Barong memiliki nilai penting sebagai warisan budaya yang harus terus dijaga. Melalui festival ini, kedua unsur budaya tersebut dihadirkan dalam satu kegiatan yang memperlihatkan komitmen masyarakat dalam melestarikan tradisi leluhur.

“Pelaksanaan Taman Ayun Barong Festival ini tidak lain adalah untuk melestarikan budaya kita. Karena Barong itu sudah masuk di dalam warisan budaya dunia, dan Taman Ayun sendiri juga masuk dalam warisan budaya dunia. Jadi dua warisan budaya dunia itu menjadi satu berkolaborasi sekarang untuk menunjukkan bagaimana tekad kita untuk melestarikan budaya,” jelas Ida Cokorda Mengwi XIII.

Festival tahun ini menghadirkan dua kategori pertunjukan, yakni Regeneration dan Superstar. Kategori Regeneration melibatkan anak-anak tingkat SD dan SMP sebagai upaya menyiapkan generasi penerus seni pertunjukan Barong. Para peserta menampilkan Barong Buntut di Wantilan Pura Taman Ayun, dengan penari dan penabuh kendang yang juga berasal dari kalangan anak-anak.

“Tujuannya adalah agar warisan budaya kita yang adiluhung ini terus dikembangkan dan dipelihara oleh masyarakat kita sendiri. Oleh karena itu, pesertanya adalah anak-anak tingkat SD dan SMP. Barong yang dipakai adalah Barong Buntut. Termasuk juga tukang kendangnya dari anak-anak, ini juga bagian dari regenerasi para penabuh kendang,” paparnya.

Sementara itu, kategori Superstar diikuti peserta yang telah memiliki prestasi dalam berbagai kompetisi, dengan persyaratan minimal tiga kali meraih juara. Berbeda dengan kategori Regeneration, dalam kategori ini penari Barong dan penabuh kendang dipertemukan secara acak sehingga masing-masing harus menunjukkan kemampuan terbaiknya.

“Jadi pesertanya diacak atau tarung bebas. Masing-masing mencari nilai sendiri dan ini tingkat kesulitannya sangat tinggi. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas pementasan Barong sesuai dengan pakem-pakem yang ada, karena akan dinilai oleh juri-juri yang amat profesional,” katanya.

Ida Cokorda Mengwi XIII juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Badung terhadap penyelenggaraan festival tersebut. Ia berharap kegiatan ini dapat terus berkembang sebagai ruang pelestarian budaya sekaligus daya tarik wisata yang memperkenalkan tradisi Bali kepada pengunjung.

Kehadiran para Konsul Jenderal dari negara sahabat juga dinilai menjadi peluang untuk memperluas promosi festival ke tingkat internasional.

“Jangan lupa mereka itu adalah perwakilan negara sahabat yang bisa menyampaikan dan mempromosikan apa yang kita laksanakan. Mereka adalah perwakilan yang bisa merekam dan menyampaikan kegiatan ini ke negara masing-masing,” tutup Ida Cokorda Mengwi XIII. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *