BULELENG (terasbalinews.com) – Amartha FC keluar sebagai juara Indri Tanutanto Cup (ITT Cup) 2026 setelah tampil apik di partai final dan mengalahkan PLTU A FC dengan skor 2-0, Jumat (7/8/2026).
Kemenangan tersebut mengantarkan klub asal Desa Patas, Kecamatan Gerokgak, sebagai kampiun turnamen sepak bola yang digelar PLTU Celukan Bawang. PLTU A FC harus puas sebagai runner-up, sedangkan Rajawali FC dari Desa Penyabangan menempati posisi ketiga dan Gapura Mas FC berada di peringkat keempat.

Selain penghargaan untuk tim, panitia juga memberikan sejumlah penghargaan individu. Erwin Fitriadi dari Rajawali FC dinobatkan sebagai Top Skor setelah mencetak sembilan gol. Sementara penghargaan Pemain Terbaik diberikan kepada Muhammat Rafi Irhami dari Amartha FC. Adapun gelar Pelatih Terbaik diraih Hendra Gunawan dari PLTU A FC.
Sebagai kampiun, Amartha FC berhak membawa pulang hadiah uang pembinaan sebesar Rp11 juta, piala bergilir, serta piala tetap. Sementara PLTU A FC sebagai runner-up memperoleh Rp8 juta, piala tetap, dan piagam penghargaan.
Vice Manager ADM & GA PLTU Celukan Bawang, Indri Tanutanto, mengatakan ITT Cup tidak semata-mata dirancang sebagai ajang kompetisi untuk memperebutkan gelar juara. Lebih dari itu, turnamen tersebut diharapkan menjadi ruang untuk mempererat hubungan antarklub, peserta, dan masyarakat.

“ITT Cup ini kami harapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi dan kebersamaan. Kami ingin kegiatan seperti ini memberikan dampak positif bagi masyarakat dan para peserta,” ujar Indri.
Menurutnya, hasil pertandingan tidak boleh menghilangkan nilai persaudaraan yang telah terbangun selama turnamen. Kemenangan maupun kekalahan merupakan bagian dari olahraga sehingga sportivitas harus tetap dijunjung.
“Yang terpenting adalah bagaimana kita bisa menjaga sportivitas, kebersamaan dan persaudaraan. Menang atau kalah merupakan bagian dari pertandingan, tetapi hubungan baik dan semangat kebersamaan harus tetap dijaga,” imbuhnya.
Pelaksanaan ITT Cup juga mendapat apresiasi dari Pelatih Rajawali FC Desa Penyabangan. Ia menilai turnamen tersebut mampu menghadirkan atmosfer pertandingan yang luar biasa meskipun berada dalam lingkup kompetisi antarklub tingkat kecamatan.
“Ya, saya kira turnamen ini sangat luar biasa. Walaupun sekelas kecamatan, tapi saya kira atmosfernya luar biasa dengan pertandingan-pertandingan yang disajikan,” ujarnya.
Tak hanya kualitas pertandingan, aspek keamanan selama turnamen juga mendapat pujian. Menurutnya, panitia mampu menjaga jalannya pertandingan tetap aman dan tertib hingga turnamen berakhir.
“Utamanya keamanan juga ya, apresiasi sekali kepada seluruh panitia penyelenggara atas keamanan yang mampu menjaga selama pertandingan berlangsung aman,” imbuhnya.
Fasilitas kesehatan yang disediakan panitia juga dinilai menjadi salah satu keunggulan ITT Cup. Keberadaan tenaga medis yang memberikan pelayanan secara cepat membuat peserta merasa lebih nyaman selama mengikuti pertandingan.
“Ya, saya kira mungkin ini satu-satunya ya di Buleleng, saya kira yang atas nama Tarkam dengan fasilitas kesehatan, keamanan, medisnya itu luar biasa sekali. Pelayanan luar biasa, sangat cepat. Kami puaslah, sebagai peserta sangat puas sekali dengan turnamen kali ini,” ungkapnya.
Ia berharap ITT Cup tidak berhenti pada penyelenggaraan tahun 2026, tetapi dapat menjadi agenda rutin setiap tahun. Bahkan, ia melihat turnamen tersebut sebagai momentum untuk menyatukan klub-klub sepak bola di Kecamatan Gerokgak dalam membentuk tim yang lebih kuat dengan membawa nama daerah.

“Ya saya harap turnamen ini terus berjalan setiap tahun, dan terus diadakan turnamen agar bisa nanti kami dari klub-klub Gerokgak tentunya bisa bersatu. Target kami pengen ada istilahnya Gerokgak United-lah, seperti itu,” katanya.
Menurutnya, pembentukan tim yang membawa nama Gerokgak dapat menjadi langkah awal untuk mengembangkan potensi pemain lokal dan membawa sepak bola Gerokgak bersaing di level yang lebih tinggi.
“Biar kita bisa ikut kompetisi Liga 4 paling tidak. Karena selama ini kan Buleleng belum ada respon apa-apa sih, cuma jalan di tempat,” ujarnya.
Dengan berakhirnya ITT Cup 2026, Amartha FC pun mencatatkan namanya sebagai kampiun perdana turnamen tersebut. Di sisi lain, turnamen ini diharapkan tidak hanya melahirkan persaingan di lapangan, tetapi juga menjadi fondasi bagi pembinaan dan kebersamaan sepak bola di wilayah Gerokgak. *ndr














