BULELENG (terasbalinews.com) – Kabupaten Buleleng mulai tancap gas menyambut statusnya sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali 2027. Untuk mengamankan target juara, pemerintah daerah secara resmi menggelar Pra-Porprov Buleleng untuk pertama kalinya dalam sejarah.
Langkah bersejarah ini bertujuan menyaring dan mematangkan ratusan bibit unggul. Tercatat, sebanyak 990 atlet masuk dalam radar pembinaan intensif menuju ajang multievent terbesar di Pulau Dewata tersebut.
Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, menegaskan bahwa ajang seleksi ini menjadi tolak ukur krusial. Pihaknya tidak main-main dalam mempersiapkan kontingen andalan daerah.
“Ini yang pertama kali diadakan di Buleleng. Dengan adanya Pra-Porprov ini, kita bisa menyeleksi atlet dan memproyeksikan perolehan medali yang akan kita raih,” ujar Sutjidra, Rabu (9/9).
Selanjutnya, ia menginstruksikan seluruh pengurus kabupaten (Pengkab) cabang olahraga agar fokus memoles atletnya. Aspek kedisiplinan, stamina, keterampilan, dan kesiapan mental menjadi harga mati.
Oleh karena itu, Pemkab Buleleng menggandeng Fakultas Olahraga dan Kesehatan (FOK) Undiksha Singaraja. Kerja sama keilmuan ini berfokus pada tes fisik komprehensif, mulai dari pengukuran VO2 max, daya tahan (endurance), hingga kelenturan otot.
Sementara itu, Ketua KONI Buleleng, Gede Supriatna, memaparkan bahwa ajang seleksi ini berlangsung sejak 9 September hingga 15 Desember 2026. Target utamanya adalah mewujudkan visi “Buleleng Tangguh, Buleleng Juara”.
KONI memformulasikan 990 atlet tersebut ke dalam dua kategori utama. “Kami membagi atlet ke dalam dua kriteria, yakni atlet elit yang sudah berprestasi meraih medali pada Porprov 2025, dan atlet bayangan yang diseleksi untuk melapis atlet elit tersebut,” terang Supriatna.
Menariknya, pria yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Buleleng ini turut menerapkan sistem Sport Intelligence. Langkah taktis ini diusung untuk memetakan kekuatan daerah pesaing.
“Kegiatan Sport Intelligence ini sangat penting untuk menggali informasi dan strategi terkait kekuatan kompetitor kita,” tegasnya. Di samping itu, pembinaan akan terus berlanjut hingga tahap pemusatan latihan atau Training Center (TC) pada tahun 2027 mendatang.
Sebagai pemicu semangat, Bupati Sutjidra memastikan bahwa bonus telah disiapkan bagi atlet peraih kepingan medali emas, perak, maupun perunggu. Selain itu, pembenahan infrastruktur pertandingan juga digeber bertahap.
“Perbaikan sarana dan prasarana kita mulai pada Anggaran Perubahan ini untuk venue yang pengerjaannya butuh waktu singkat. Selanjutnya, perbaikan menyeluruh dan pelengkapan fasilitas yang belum ada akan dianggarkan pada APBD Induk 2027,” papar Sutjidra.
Pada akhirnya, sinergi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan. Supriatna memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi pemerintah dan akademisi setempat.
“Tentu kami memberikan apresiasi kepada Pemkab Buleleng dan Undiksha yang telah mendukung penuh dengan memberikan fasilitas yang diperlukan, keilmuan, sumber daya manusia, maupun fasilitas venue olahraga,” pungkasnya. *ndr














